Resesi! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, November 16, 2020

Resesi!


Fajar kurniawan (anakis senior PKAD)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 sebesar -3,49 persen secara year on year (yoy) dan tumbuh 5,05 persen secara quarter to quarter (q-t-q). Pertumbuhan negatif ini melanjutkan kinerja pada kuartal II-2020 yang juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar -5,32 persen (yoy). Dengan laju pertumbuhan ini, secara teknikal perekonomian negeri ini telah secara resmi masuk zona resesi karena telah mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut. Peluang tidak tercapainya target pertumbuhan tetap adalah konsekuensi bila pemerintah tidak mengimbanginya dengan peningkatan efektivitas kebijakan, terutama fiskal, terkait dengan alokasi dan realisasi belanja pemerintah.

Secara jernih, sebab hakiki krisis finansial dan krisis ekonomi secara umum adalah kerusakan sistem ekonomi kapitalis dan ketidakcocokannya untuk realita. Sistem ekonomi kapitalisme yang tidak merealisasi pertumbuhan harta dalam bentuk yang menjamin keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk umat manusia. Sistem ekonomi yang krisis merupaka bagian integral darinya. Sesungguhnya krisis, keserakahan dan kesengsaraan merupakan bagian dari sistem keuangan Barat. Fakta yang diakui oleh para penggagas ekonomi kapitalisme adalah bahwa krisis merupakan bagian dari sistem ekonomi kapitalisme. Dan manusia harus beradaptasi dengan ketidakadilan riba, ketatnya inflasi, penderitaan dari resesi, kesempitan hidup akibat pengangguran, perbudakan yang rakus dan kehinaan eksploitasi. Mereka mengakui bahwa ini adalah penyakit kronis dan modal dari sistem ekonomi kapitalisme mereka.

ويا للعجب من أمر هذا الإنسان حينما يُعرِض عن أمر ربه، فبدلاً من أن يفكر بعلاج مشاكله بشكل صحيح يعمد إلى وضع نظام هو بحد ذاته مشكلة ومن طبيعته إنتاج المشاكل والأزمات! قال تعالى: ﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا﴾.

"Sungguh aneh perkara manusia ini. Ketika  dia berpaling dari perintah (ketentuan) Rabbnya. Alih-alih berpikir tentang solusi masalah-masalahnya dengan benar sebaliknya  dia malah menetapkan sistem yang sebenarya merupakan masalah itu sendiri dan di antara tabiatnya memproduksi masalah dan krisis!" 

Allah SWT berfirman:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا﴾

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" (TQS Thaha [20]: 124).

Apa yang harus dilakukan adalah menolak sistem ekonomi ribawi. Dunia muslim bisa menarik semua uang mereka dari bank-bank ribawi Amerika dan Eropa, menjual semua investasi mereka dan mengalihkannya ke dalam negeri, beralih ke basis emas dengan membeli emas dan berlepas diri dari Dollar, menurunkan produksi minyak menjadi sesuai tingkat kebutuhan kita saja dan membiarkan kelebihan dari kebutuhan kita tetap di perut bumi untuk generasi mendatang.

Tidak bisa dikatakan bahwa itu merupakan bentuk idealisme dan imajinasi. Tetapi, ini mudah bagi siapa saja yang taat pada perintah hanya kepada Allah, menempatkan kepentingan umat sebagai prioritas di depan mata kita dan melepaskan diri dari hegemoni Amerika dan imperialis lainnya. Dan itu dengan izin Allah bisa terjadi.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here