Sumber Hukum Dalam Peradilan Islam - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, November 11, 2020

Sumber Hukum Dalam Peradilan Islam


Anwar Rosadi (Bidang Advokasi dan Opini Indonesia Change)

Sering muncul dalam kasak - kusuk masyarakat bahwa dunia peradilan tak luput dari kasus suap dan mafia peradilan, apakah melibatkan Institusi lembaga peradilan dan penegak keadilan di Indonesia. Jika ini marak, ini tentu amat menyedihkan. Bagaimana mungkin lembaga-lembag tersebut bisa diharapkan memberantas korupsi, suap-menyuap, dan berbagai kejahatan lain jika lembaga itu tak steril dari perbuatan tercela itu?

Jika ditelaah maraknya berbagai pelanggaran hukum yang ada di dunia muslim akibat penerapan sistem kapitalisme sekuler. Sumber hukum dalam peradilan Islam jelas yakni al-Quran dan as-Sunnah dan apa yang ditunjukkan oleh keduanya yaitu Ijma’ Sahabat dan Qiyas dengan illat syar'iy. Allah swt berfirman:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ

"Dan hukumilah mereka berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah dari upaya mereka untuk memalingkan kamu dari sebagaian apa yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu." (QS. Al-Maidah [5]: 49)

Ini jelas berbeda dengan sumber hukum dalam sistem kapitalisme yang didasarkan pada aturan yang dibuat oleh manusia yang serba lemah dan terbatas kemampuannya untuk mengetahui hukum yang paling layak; sangat dipengaruhi oleh latar belakang dan berbagai kepentingan. Oleh karena itu salah satu problem yang mengemuka dalam hukum sekuler saat ini adalah bagaimana memadukan antara aturan hukum formal dengan rasa keadilan masyarakat. Artinya aturan hukum yang berlaku belum tentu sesuai dengan apa yang dianggap adil oleh masyarakat.  Padahal apa yang dianggap adil oleh masyarakat juga sangat relatif. Allah swt berfirman:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"...Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu sementara ia baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian menyenangi sesuatu namun ia buruk bagi kalian. Dan Allah maha mengetahui sementara kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

Disamping itu bobot hukuman yang ditetapkan Islam dalam masalah hudud, jinayat, ta'zir serta mukhalafat yang ditetapkan oleh khalifah tidak tanggung-tanggung beratnya. Dengan demikian hukuman tersebut selain menjadi penghapus dosa pelakunya (jawabir) juga memberikan efek jera bagi pelaku (zawajir) dan pencegah bagi masyarakat secara umum.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here