Sumpah Kita Mengokohkan Spirit Perjuangan Baru - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, November 2, 2020

Sumpah Kita Mengokohkan Spirit Perjuangan Baru


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Salah satu momen penting di bulan Oktober adalah hari Sumpah Pamuda. Hari bersejarah yang diperingati tiap tanggal 28 Oktober ini dianggap sebagai tonggak bersatunya pemuda di negeri ini. Peristiwa berkumpulnya perwakilan pemuda dari seluruh wilayah Indonesia pada Kongres I akhirnya membuahkan Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada Konggres II di Jakarta. Tiga janji yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda ini merupakan energi besar yang mampu mempersatukan seluruh pemuda di Indonesia untuk berjuang melawan penjajah Belanda pada saat itu. Perjuangan yang awalnya hanya bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional. Tentunya ini menguntungkan bagi perjuangan mengusir penjajahan.

Bagaimana dengan sekarang? Kemerdekaan Indonesia yang sudah 66 tahun ternyata telah melunturkan semangat Sumpa Pemuda dalam diri pemuda Indonesia. Bahkan isi sumpahnya pun sudah banyak dilupakan. Mengapa? Sumpah Pemuda lahir lebih didasari semangat mengusir pejajahan dari bumi Idonesia. Begitu penjajah sudah terusir, maka semangat itu akan terkikis oleh waktu dan bahkan hilang.

Memang sungguh ironi, fakta yg terjadi banyak dari kalangan pemuda yg malah hanyut terhdap gemerlapan kehidupan dunia. Banyaknya kasus tawuran antar pemuda, free sex, bayi aborsi, dan masih banyak lagi. Mereka tidak menyadari akan penyebab hal itu terjadi, mereka hanya melakukan himbauan dan menawarkan solusi yg parsial bukan secara fundamental yg dpat tuntas menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Sistem demokrasi kapitalislah yg menyebabkan hal itu terjadi, krn dalam sistem ini semua bebas melakukan apa saja yg penting tidak mengganggu kepentingan orang lain. Ada 3 catatan kebebasan penting dalam sistem demokrasi kapitalisme, yakni :

1. Kebebasan Berpendapat

Dalam sistem demokrasi kapitalisme semua orang bebas mengungkapkan pendapatnya, tidak memandang pendapat itu benar atau salah, tidak memandang pendapat itu menyakiti orang lain atau tidak. Sehingga ini akan menyebabkan carut marutnya tatanan kehidupan, krn tidak ada parameter yg membatasi pendapat itu sejauh mana

2. Kebebasan Berperilaku

Dalam kehidupan sehari dan informasi baik dalam media cetak maupu eletronik, banyak fakta bahwa orang bebas melakukan apa saja. Berperilaku tidak baik dibiarkan, contohnya murid yg dimarahi guru dimana muridnya melanggar aturan justru gurunya dilaporkan krn melanggar HAM dan kasus free sex atau hamil diluar nikah dg alasan suka sama suka,  krn dalam sistem demokrasi kapitalisme memang diperbolehkan.

3. Kebebasan Berekspresi

Pandangan terhadap manusia dalam sistem demokrasi kapitalisme pd kebebasan berekspresi, bahwa manusia diperbolehkan menunjukkan potensi apa yg ada dimiliki dalam dirinya. Mislakan tidak menutup.aurat, emansipasi wanita dg wanita juga mampu menjd pemimpin sbgmana laki-laki, menjadi seorang penari di klub malam dan lain sebagainya.

Dari ketiga kebebasan diatas menjadikan generasi bangsa ini, lalai dan terlena akan makna dari sumpah pemuda.

Pemuda memang mempunyai peran vital terhadap perubahan, jauh sebelum pemuda negeri ini bersumpah, janji terhadap umat ini utk mengusir penjajajah. Bandingkan dengan Islam sebagai din yang sempurna dan paripurna. Islam mengajarkan persatuan sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat al-Quran: Sesungguhnya kaum Mukmin itu itu bersaudara (TQS al-Hujurat [49]: 10). Dalam Islam, persatuan kaum Mukmin adalah bersifat global dan hakiki. Global artinya tidak dibatasi domosili, kewarganegaraan, warna kulit atau bahasa. Hakiki berarti tak akan hilang oleh waktu, karena didasari keimanan kepada Allah SWT dan al-Quran sebagai petunjuk dalam kehidupan.

Secara historis, persatuan seperti ini selama kurang lebih 14 abad telah menjadikan kaum Muslim bersatu. Mereka berjaya dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menjadikan kaum Muslimin disegani oleh umat dan bangsa lain. Jadi, sebenarnya tanpa Sumpah Pemuda pun seharusnya umat Islam bisa bersatu. 

Para pemuda seharusnya kembali menyusun ikrar dan sumpah baru demi mengokohkan spirit perjuangan baru. Spirit perjuangan yang mengglobal dengan sebuah gebrakan yang lebih besar ketimbang semangat Sumpah Pemuda. Pada awal kemunculannya Sumpah Pemuda dicemooh oleh orang-orang di sekitarnya karena dianggap sebagai sebuah khayalan semata. Pasalnya, dulu menyatukan bangsa Indonesia seperti sebuah mimpi yang tak berujung. Namun ternyata, persatuan Indonesia terwujud, dan Sumpah Pemuda di elu-elukan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here