Tentang Jaminan Lapangan Kerja - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, November 30, 2020

Tentang Jaminan Lapangan Kerja



Suro Kunto (Ketua SPBRS)

Sesungguhnya negara menjamin penciptaan laangan kerja bagi setiap warga negara. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

« اَلْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

"Seorang imam (khalifah) adalah bagaikan penggembala dan ia bertanggungjawab atas gembalaannya (rakyatnya)."

«مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلِوَرَثَتِهِ وَمَنْ تَرَكَ كَلاًّ فَإِلَيْنَا»

"Siapa saja yang mati meninggalkan harta maka itu untuk ahli warisnya dan siapa saja yang mati meninggalkan orang yang tak punya ayah atau anak, maka tanggungjawabnya kepada kami."

« وَمَنْ تَرَكَ مَالاً فَلْيَرِثُهُ عَصَبَتُهُ مَنْ كَانُوْا، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضِيَاعاً فَلْيَأْتِنِيْ فَأَنَا مَوْلاَهُ »

"Siapa saja yang meninggalkan harta maka ashabahnya yang akan mewarisinya siapapun mereka, dan siapa saja yang meninggalkan utang atau orang yang terlantar maka silahkan datang kepadaku dan aku penanggungjawab terhadapnya."

Orang miskin yang tidak mampu bekerja dan tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya, begitu pula orang fakir yang mampu bekerja tetapi tidak menemukan pekerjaan, sementara ia tidak memiliki kerabat yang wajib menafkahinya, maka nafkah mereka ini, menjadi kewajiban negara. Hal itu sesuai dengan hadis-hadis sebelumnya. Jadi bagi orang yang mampu, negara bertanggungjawab menciptakan lapangan kerja. Sedang bagi orang yang tidak mampu, negara berkewajiban memenuhi kebutuhan mereka dari harta Baitul Mal. Dalam sebuah hadis sahih dinyatakan :

« أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ فَقَالَ أَمَا فِي بَيْتِكَ شَيْءٌ قَالَ بَلَى حِلْسٌ نَلْبَسُ بَعْضَهُ وَنَبْسُطُ بَعْضَهُ وَقَعْبٌ نَشْرَبُ فِيهِ مِنْ الْمَاءِ قَالَ ائْتِنِي بِهِمَا قَالَ فَأَتَاهُ بِهِمَا فَأَخَذَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ مَنْ يَشْتَرِي هَذَيْنِ قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمٍ قَالَ مَنْ يَزِيدُ عَلَى دِرْهَمٍ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ رَجُلٌ أَنَا آخُذُهُمَا بِدِرْهَمَيْنِ فَأَعْطَاهُمَا إِيَّاهُ وَأَخَذَ الدِّرْهَمَيْنِ وَأَعْطَاهُمَا الْأَنْصَارِيَّ وَقَالَ اشْتَرِ بِأَحَدِهِمَا طَعَامًا فَانْبِذْهُ إِلَى أَهْلِكَ وَاشْتَرِ بِالْآخَرِ قَدُومًا فَأْتِنِي بِهِ فَأَتَاهُ بِهِ فَشَدَّ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُودًا بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ اذْهَبْ فَاحْتَطِبْ وَبِعْ وَلَا أَرَيَنَّكَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا فَذَهَبَ الرَّجُلُ يَحْتَطِبُ وَيَبِيعُ فَجَاءَ وَقَدْ أَصَابَ عَشْرَةَ دَرَاهِمَ فَاشْتَرَى بِبَعْضِهَا ثَوْبًا وَبِبَعْضِهَا طَعَامًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَجِيءَ الْمَسْأَلَةُ نُكْتَةً فِي وَجْهِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ… »

"Bahwa seorang laki-laki dari kaum Anshar mendatangi Nabi SAW meminta-minta kepada Beliau. Lalu Nabi bertanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Laki-laki itu menjawab,“Benar ada, yaitu kain alas pelana, kami pakai sebagiannya dan kami hamparkan sebagiannya; lalu ada sebuah mangkok yang kami gunakan untuk minum air.” Nabi berkata,“Bawalah keduanya kepadaku.” Lalu laki-laki itu datang dengan membawa keduanya. Nabi pun mengambil kedua benda itu dengan tangannya, lalu Beliau bersabda,“Siapa yang mau membeli kedua barang ini?” Seorang laki-laki berkata,”Saya mau membelinya satu dirham.” Nabi berkata,“Siapa yang mau membelinya lebih tinggi dari satu dirham?” Beliau mengulanginya dua atau tiga kali. Seorang laki-laki berkata,“Saya mau membelinya seharga dua dirham.” Lalu Beliau memberikan kedua benda itu dan mengambil dua dirham lalu beliau berikan kepada orang Anshar itu seraya Beliau bersabda,“Yang satu dirham belikan makanan dan berikan kepada keluargamu dan yang satu dirham lagi belikan kapak dan bawa kepadaku.” Lalu laki-laki itu membawa kapak yang dia beli. Maka Rasul memasangkan gagang ke kapak itu dengan tangan Beliau sendiri. Kemudian Beliau bersabda,”Pergilah dan carilah kayu bakar dan juallah dan janganlah aku melihatmu selama lima belas hari!” Maka orang itu pergi mencari kayu bakar dan menjualnya. Lalu ia datang dan telah mengumpulkan lima belas dirham. Kemudian sebagiannya ia belikan pakaian dan sebagian lagi ia belikan makanan. Maka Rasulullah SAW bersabda,”Ini lebih baik bagimu dari pada meminta-minta, (kalau demikian) nanti akan ada titik di wajahmu pada Hari Kiamat kelak."

Begitulah Rasulullah SAW langsung berbuat menciptakan lapangan kerja bagi orang yang menganggur. Jadi, negara wajib menciptakan lapangan kerja untuk orang yang menganggur yang mampu bekerja.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here