Tidak Ada Lagi Ruang Bagi Penjajahan Dunia Kesehatan Untuk Bernafas - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, November 24, 2020

Tidak Ada Lagi Ruang Bagi Penjajahan Dunia Kesehatan Untuk Bernafas


Hadi Sasongko (Direktur Poros)

Pada 2016, empat tahun sebelum pandemi ini, para ilmuwan Pusat Pengembangan Vaksin di Texas Children’s Hospital tengah mengupayakan vaksin untuk coronavirus. Upaya ini sebagai respon perjangkitan SARS dan MERS yang juga menelan banyak korban. Sayangnya upaya ini terhenti lantaran seretnya pendanaan akibat pengetatan anggaran. Kini coronavirus bermutasi menjadi Covid-19 yang, sekalipun kurang mematikan ketimbang SARS, tapi jauh lebih menular. Sistem kesehatan di bawah kebijakan neoliberal telah menganulir pencapaian kemanusiaan dalam pengembangan vaksin seperti dalam kasus Texas Children’s Hospital.

Ini baru kesuraman realitas pelayanan kesehatan saja, masih banyak kesuraman lain akibat krisis kapitalisme yang akan semakin membuat kita rentan dalam gempuran Covid-19. Sulitnya akses air bersih akibat privatisasi air membuat anjuran rajin cuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir untuk mencegah penularan jadi sulit dilakukan. Himbauan jaga jarak terdengar seperti lelucon menyakitkan bagi kaum miskin kota yang tinggal berhimpitan. Sedang arahan untuk tetap di rumah saja jadi sulit dicerna bagi pekerja informal dan buruh kerah biru yang upahnya bergantung pada kehadiran di tempat kerja. Belum lagi nasib gelandangan dan pengungsi yang tak punya tempat tinggal sama sekali.

Kapitalisme global jelas bertanggung jawab atas pemiskinan di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Pemiskinan terkait erat dengan masalah kurang gizi, yang pada Ibu hamil mengakibatkan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah bahkan cacat. Indusrialisasi yang bersifat kapitalistik juga bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan oleh berbagai limbah berbahaya yang mengakibatkan gangguan berbagai fungsi organ

Walhasil, satu-satunya langkah rasional untuk meyembuhkan segala penyakit yang membebani masyarakat hanyalah dengan menghilangkan sumber penyakitnya, yaitu menghentikan penjajahan Kapitalisme global. Hanya saja penjajahan Kapitalisme global itu  tidak akan berhenti, kecuali dengan cara menata ulang ruang kehidupan yang menjadi sarang penjajahan tersebut. Dengan begitu, tidak ada lagi ruang bagi sang penjajah untuk bernafas. Satu-satunya tatanan kehidupan yang bersifat demikian adalah sistem kehidupan Islam. Itulah sistem Islam yang menerapkan syariah Islam yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah. Allah Swt. mewajibkan kita mewujudkan sistem kehidupan ini agar manusia terbebas dari segala bentuk penjajahan, yang menjadi sumber beban penyakit yang diderita masyarakat. Allah Swt. berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta. (QS al-Anbiya' [21]: 107)

Tentu tidak hanya orang Islam yang akan merasakan  rahmat Allah yang dihasilkan dari penerapan sistem kehidupan Islam, tetapi juga non-Muslim, bahkan seluruh alam.

Tatanan kehidupan Islam yang bersumber dari Allah Swt, Pencipta segala sesuatu dalam kesetimbangan/keserasian  yang menakjubkan, tidak saja menjaga keseimbangan dinamis tubuh kita, tetapi juga menjamin terwujudnya keseimbangan dan keharmonisan antara host (manusia), agent (berbagai kuman dan zat kimia) serta lingkungan fisik dan biologi, yang merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya kesehatan bagi semua.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here