Waqaf Bukan Solusi Tambal Sulam Atasi Resesi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, November 11, 2020

Waqaf Bukan Solusi Tambal Sulam Atasi Resesi


Oleh: Wafi Mu'tashimah (Siswi SMAIT al-Amri)

Habis makan pisang goreng, minum teh hangat. Setelah melirik dana haji, Menteri Keuangan lndonesia, Sri Mulyani kini membidik dana wakaf dari millenial melek literasi. (CNN.lndonesia)

Pemerintah diberitakan tengah memperkuat ekosistem dan sinergi pembangunan dana wakaf ditanah air. Berbagai cara pun dilakukan, seperti mempersiapkan instrumen Cash Wakaf Linked Sukuk (dana abadi wakaf tunai) hingga inisiasi Gerakan Nasional Wakaf Tunai (GNWT) yang dipelopori oleh wapres.

Pandemi belum menampakkan tanda-tanda untuk pergi. Indonesia pun telah masuk pada jurang resesi. Menteri keuangan lndonesia tampak kehabisan akal untuk mencukupi anggaran dalam negeri dan membayar hutang yang semakin menggunung tak terperi. Semua jurus ditengarai telah ia keluarkan untuk mengatasi permasalahan ini. Meski dengan tanda kutip, "tak boleh merugikan pemilik modal sama sekali".

Oleh sebab itu, para rezim kapitalis berusaha mencari alternatif lain untuk menutupi kegagalan mereka ini. Mulailah diambil beberapa hukum lslaml yang dirasa cocok dengan kepentingan mereka dan membuang hukum lslam yang lain. 

Hingga akhirnya pemerintah memandang peran strategis dana wakaf dan menyebut ekonomi syariah berpeluang besar menjadi sumber baru bagi ekonomi nasional. Tapi, apakah memang yang mereka ucapkan sesuai dengan realita yang ada?

Nyatanya, rezim hanya menggunakan agama sebagai dalih untuk membenarkan perbuatan mereka. Alasan agar bisa mengeruk dana wakaf sebesar-besarnya. Akan tetapi dalam lslam yang haram tetaplah haram. Dan halal jelas halal. Keduanya tak bisa dicampur adukkan. Memang dana wakaf akan diambil untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Namun pengambilan dan prndistribusiannya telah diatur di dalam syariat Islam. 

Seperti yang dikabarkan oleh Liputan6.com, pemimpin kita saban hari meresmikan pengesahan Bank Wakaf Mikro di Serang, Banten. Disisi lain, menurut pemerintah wakaf disinyalir mampu menarik investor asing. Sedangkan didalam lslam, bank adalah badan yang haram. Sebab berputar sistem riba didalamnya. Investor asing pun haram, karena rentan terjadi penjajahan tak kasat mata dari investor asing melalui investasi mereka dinegeri ini.

Penyeruan penggunaan ekonomi syariah sebagai pemasukan baru negara pun sekadar formalitas belaka. Bila memang ingin mengambil ekonomi syariah, harusnya pemerintah tak mencampuradukkan antara yang halal dan haram. Seharusnya pemerintah mengindahkan suara rakyat untuk menerapkan seluruh hukum lslam secara kaffah.

Lihat saja, saat hanya sebagian hukum lslam yang dipandang, terjadi ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin. Katanya saja hukum lslam, tapi diambil atas asas kapitalisme. Hanya sebagian kecil yang digunakan. Bukankah berarti hukum lslam bisa disebut solusi sampingan?

Inti dari semua permasalahan yang ada ialah penerapan hukum kapitalisme. Dan para penguasa yang notabene adalah para intelektual pasti tahu akan hal ini. Tapi faktanya, mereka takut pada para pemilik modal. Ketika uang dianggap tuhan, mereka takut jika pemilik modal marah. Maka uang tak akan lagi mengalir lagi ke kantong mereka. 

Padahal sejatinya, jika sedari awal hukum lslam yang diterapkan dinegeri ini. Tak akan terjadi berbagai masalah yang saat ini menimpa negeri ini. Termasuk mimpi buruk resesi. 

Buktinya sudah sangatlah jelas. Dengan penerapan lslam secara kaffah dibawah naungan Daulah lslam di masa terdahulu, berbagai masalah ekonomi dapat teratasi. Salah satunya yang sudah sering kita dengar, yaitu bagaimana dimasa Umar Bin Abdul Aziz sampai serigala pun tak mau memakan domba.

Maka, solusi dari seluruh masalah yang ada adalah penerapan hukum islam dibawah naungan Daulah lslam. Karena hanya dengan begitulah dominasi pemilik modal akan hilang. Dan kesejahteraanlah yang akan muncul. Tak akan ada lagi yang disebut resesi. Sebab hukum lslam yang diterapkan. Hukum yang berasal dari penciptanya manusia. Yang pasti tau apa yang terbaik bagi yg diciptakannya. Wallahu a'lam bishowab


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here