Antara Terbunuhnya 6 Aktivis Islam dan Prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto


Agus Kiswantono (Direktur FORKEI)

Publik sedang bertanya - tanya. Dan mereka berhak mendapatkan kejelasan terkait peristiwa terbunuhnya 6 aktivis Islam, karena adanya perbedaan yang signifikan antara keterangan yang di sampaikan oleh pihak Kepolisian dan FPI. Sejumlah elemen masyarakat mendorong untuk dibentuk Tim Independen dari Komnas HAM atau Tim Gabungan Pencari Fakta, untuk mendalami perkara ini dengan baik dan benar. Masyarakat juga mengutuk tindakan Extra-judicial killing. Mereka menyayangkan sikap Polri yang seharusnya selalu menganut asas 'Salus Populi Suprema Lex Esto' atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Tindakan terhadap enam orang anggota FPI dapat dikategorikan sebagai tindakan extra-judicial killing atau pembunuhan di luar putusan pengadilan. Tindakan seperti ini dilarang keras oleh ketentuan dalam hukum HAM internasional maupun peraturan perundang undangan nasional. Larangan tersebut dimuat di dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, serta International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 Tahun 2005. Extra-judicial killing merupakan suatu pelanggaran hak hidup seseorang.

Dari insiden yang memilukan ini, kami ingin mengingatkan umat Islam di Indonesia bahwa kebrutalan ini jangan bereaksi dengan cara yang salah, umat harus tetap berdakwah. Dalam berdakwah namun kita harus meniru Nabi Muhammad SAW dalam hal bagaimana beliau mengajarkan Islam di Makkah secara intelektual yakni dengan mengkritik ideologi jahiliah yang palsu dan menunjukkan pemikiran yang jelas dan benar tentang Islam.

Nabi Muhammad SAW mengungkap rencana-rencana busuk para penguasa jahat dan menentang cara-cara jahat mereka. Meskipun menghadapi segala macam penderitaan, Nabi SAW dan para sahabat tidak menggunakan cara kekerasan hingga beliau mendapatkan jaminan dukungan (nusrah) dari orang-orang Madinah dan berhasil mendirikan Islam. Karena dunia saat ini dikuasai oleh ideologi jahat Kapitalisme yang telah gagal untuk memecahkan masalah-masalah dunia, kami bekerja untuk menunjukkan kepalsuan pemikiran ideologi ini dan mengungkapkan rencana-rencana musuh-musuh Islam. Hal ini dilakukan untuk membangun opini umum dan jelas tentang Islam tanpa menggunakan kekerasan. 

Kami mendesak umat Islam untuk melawan dengan tepat atas berbagai tekanan dan tindakan represif para penguasa diktator. Sementara juga perlu untuk menjelaskan kepada semua orang bahwa Islam mengharamkan untuk mengambil nyawa orang yang tidak bersalah, juga akan menjadi salah ketika kita diam atas ketidakadilan yang kita lihat. Kita juga menolak liputan media fanatik yang membungkam kritik umat Islam dan usaha untuk membasmi kebangkitan umat di dunia Muslim dan menyatukan umat Islam di bawah satu peradaban Islam yang mulia.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post