Apakah Pemerintah Mampu Menyelesaikan Separatisme Papua Seakar-Akarnya? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, December 5, 2020

Apakah Pemerintah Mampu Menyelesaikan Separatisme Papua Seakar-Akarnya?


Hadi Sasongko (Direktur Poros)

Selasa, 1 Desember 2020, Papua Barat mendeklarasikan kemerdekaannya. Deklarasi kemerdekaan tersebut dilakukan oleh gerakan persatuan kemerdekaan Papua Barat (ULMWP). Deklarasi kemerdekaan ini terjadi ditengah-tengah meningkatnya ekskalasi tindaian teror KKB di Papua. 

Kalau kita lihat tujuan dari tidak kekerasan ini adalah tujuan politik dengan menciptakan instabilitas di Papua. Lalu, bahwa kekerasan ini juga ingin mengangkat Papua ini sebagai wilayah yang harus terus menerus mendapat perhatian khususnya di dunia internasional. Jadi jelas bahwa motif politik itu begitu kuat. Ada sekian pihak yang memiliki motif politik untuk melakukan tindak kekerasan seperti itu, karena gerakan separatis.

Perlu diingat bahwa gerakan separatis itu nggak berdiri sendiri. Gerakan separatis itu mempunyai link up ke pihak internasional. Itu bukan saja terjadi di Indonesia , tapi juga di seluruh dunia dan seluruh tempat. Kalau ada gerakan separatis pasti dia punya link up ke internasional  negara tertentu. Biasanya tokoh-tokoh penggeraknya itu di negara tertentu  dari sana mendapatkan bantuan dana dan bantuan politik. Dan tentu ada campur tangan asing baik itu dalam artian kelompok separatis, negara asing  atau kelompok tertentu yang mendukung gerakan separatis ini.

Pergolakan politik di Papua terkait dengan pandangan politik tertentu, misalkan di Papua sampai sekarang masih terus ada pandangan politik kalau Papua itu merupakan satu identitas politik sendiri yang ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Maka mereka merasa punya hak kewenangan historis untuk berdiri sendiri bebas dari apa yang disebut negara Indonesia.

Lalu, Papua itu merupakan provinsi yang sangat strategis dan kaya. Secara geografis letak geografis Papua terletak di wilayah yang jauh dari pantauan Jakarta. Kalau dibentangkan itu Jayapura itu sama jauh dengan Tokyo, naik pesawat sekitaran 6 jam. Jadi sangat jauh memang sehingga secara politik memang kontrolnya melemah.

Kemudian, Papua sangat kaya karena Papua memiliki semua sumber daya alam yang ada di pulau lain. Di sana ada hutan, emas, minyak, tembaga bahkan uranium. Bisa dibilang Papua itu kepulauan yang sangat komplit. Sedangkan keterikatan politik terhadap Jakarta secara historis bisa disebut paling lemah.

Selain itu ada semacam persoalan laten yang belum juga terselesaikan yaitu kemiskinan, ada semacam diskriminatif. Walaupun dari segi alokasi anggarannya sudah sangat luar biasa, tapi, itu tidak menjawab persoalan di sana jadi hal-hal seperti itulah yang akhirnya gejolak itu timbul kemudian dimanfaatkan pihak asing yang ingin memang melepaskan Papua.

Mereka menginginkan Papua lepas, dan jika Papua lepas mereka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. 

Umat Islam harus berfikir bahwa umat Islam ini sekarang sudah terpecah belah lebih dari 50 negara. Itu keadaan buruk karna secara syar'i seharusnya umat Islam itu bersatu. Jadi ketika terpecah belah itu bertentangan dengan ajaran Islam.

Kalau Papua itu berpisah berarti terpecah lagi, sudah terpecah belah terpecah lagi. Itukan berarti lebih buruk lagi. Karena itu, umat Islam harus mewaspadai setiap gerakan separatis ini, baik itu didorong oleh faktor-faktor internal  maupun campur tangan asing. Harapannya itu terletak pada pemerintah karena pemerintah yang memiliki seluruh kekuasaan untuk menghilangkan disintegrasi bangsa dan separatisme.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here