Jangan Menjadi 'Pembangkang' - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, December 18, 2020

Jangan Menjadi 'Pembangkang'


Mahfud Abdullah

Di dalam Kitab Wa Lillaahi al-Asmaa’ al-Husna, Syaikh al-Jalil rahimahullah menuturkan, bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Imam Asy Sya’bi rahimahullah, "Wahai orang alim!".  Imam Asy Sya’biy ra pun menukas, "Orang yang alim adalah orang yang hanya takut kepada Allah swt".   Di dalam kitab yang sama, juga diceritakan bahwasanya seorang shahabat pilihan, Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata:

كفى بخشية الله علمًا، وكفى بالاغترار بالله جهلاً.

"Cukuplah dengan takut kepada Allah swt seseorang disebut ‘alim, dan cukuplah orang membangkang kepada Allah swt disebut orang-orang yang pandir".

Seorang tabi’ut tabi'in terkemuka Abu Hayyan at-Taimiy ra pernah menyatakan:

« العلماء ثلاثة : عالم بالله ، وعالم بأمر الله ، وعالم بالله وبأمر الله ، فأما العالم بالله : فهو الذي يخاف الله ، ولا يعلم السنة ، وأما العالم بأمر الله : فهو الذي يعلم السنة ، ولا يخاف الله ، وأما العالم بالله وبأمر الله : فهو الذي يعلم السنة ، ويخاف الله ، فذلك الذي يدعى عظيما في ملكوت السموات »

“Ulama itu ada 3 macam; pertama, ‘aalimun billahi (mengetahui Allah), kedua, ‘aalimun biamrillah (mengetahui perintah Allah), ketiga; ‘aalimun billahi wa biamrillah (mengetahui Allah dan perintah Allah).  Adapun ‘aalimun billah (mengetahui Allah) adalah orang yang takut kepada Allah namun tidak mengetahui sunnah.  Adapun ‘aalimun bi amrillah adalah orang yang mengetahui sunnah tetapi tidak takut kepada Allah.  Sedangkan ‘aalimun billahi wa amrillah adalah orang yang mengetahui sunnah dan takut kepada Allah swt.  Itulah orang yang disebut-sebut dengan penuh kebesaran di kerajaan langit”. [Al-Imam Al-Hafidz As Suyuthiy Asy Syafi’iy, Al-Durr al-Mantsuur, Juz 7, hal. 20]

Atas dasar itu, ulama adalah mereka yang dengan ilmunya ia benar-benar takut hanya kepada Allah swt.  Sebaliknya, barangsiapa menolak bahkan membangkang terhadap kewajiban menegakkan Syariah Islam, sesungguhnya ia tidak layak disebut ulama, walaupun ia digelari dengan sebutan ulama.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here