Maaf, Ini Negara Hukum Atau Negara Kekuasaan? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, December 11, 2020

Maaf, Ini Negara Hukum Atau Negara Kekuasaan?


(Teka - Teki Ganjil Terbunuhnya 6 Aktivis Islam)

M. Arifin (Tabayyun Center)

Kita bertanya - tanya ini negara hukum atau negara kekuasaan? Upaya penegakan hukum seperti tragedi tol Jakarta - Cikampek, tentu tidak dibenarkan. Banyak pihak menyebut insiden enam orang laskar pendukung Habib Rizieq Shihab yang meninggal dunia dalam insiden tol Jakarta - Cikampek merupakan pembantaian atau extra judicial killing. Sebagian elemen masyarakat meminta harus ada pertanggungjawaban secara hukum dari pihak yang melakukan pembunuhan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Front Pembela Islam menyebutkan bahwa enam anggota laskar FPI, yang bertugas mengawal Habib Rizieq Shihab, diculik dan dibunuh Orang Tak Dikenal (OTK) di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Berikutnya tersiar kabar insiden penembakan yang dilakukan oleh oknum aparat sehingga mengakibatkan meninggalnya 6 anggota laskar FPI. Sementara itu, Polda Metro Jaya mengatakan penembakan terhadap enam orang tersebut terpaksa dilakukan karena mereka mencoba membahayakan nyawa petugas di lapangan. Masyarakat menganggap insiden mematikan yang menimpa laskar yang tengah mengawal Habib Rizieq Shihab untuk mengisi pengajian subuh tersebut, sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Publik juga bertanya - tanya ketika melihat tidak ada penyesalan atau pun ucapan bela sungkawa dari aparat maupun pejabat negara atas tewasnya enam orang Laskar Khusus FPI, pengawal Habib Rizieq Shihab akibat ditembak. Kendati demikian, sebagian elemen masyarakat tetap meminta pemerintah untuk membentuk Tim Pencari Fakta Independen guna menjawab keraguan publik secara luas dan menjamin keadilan, transparansi, dan akuntabilitas penanganan kasus yang memprihatinkan semua pihak. Sebab korban jiwa dari anak bangsa adalah kerugian besar bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan dan tidak mencerminkan budaya hukum yang tertib dan adil.

Dari indiden ini, kita harus memperhatikan firman Allah SWT:

)وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ(

jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (TQS al-Anfal [8]: 72)

Kita juga harus memperhatikan dari sabda Rasul saw dalam riwayat yang dikeluarkan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ»

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak menzaliminya dan tidak merendahkannya

Bagaimana darah di urat nadi umat ini tidak mendidih padahal kita mendengar dan memperjatikan dugaan 6 saudara kita dilanggar, darah-darah mereka ditumpahkan? Bukankah kita cucu - cucu Umar ibn Al- Khattab yang tegas menyingkirkan setiap kemungkaran?


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here