REPORTASE RATU 2020 - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, December 27, 2020

REPORTASE RATU 2020


-Adila AZ

 Pada Sabtu 26/12/20, yang bertepatan dengan 11 Jumadil Awal 1442, agenda Risalah Akhir Tahun  (RATU) kembali diselenggarakan. Kali ini berupa digital event , tercatat tidak kurang dari 80ribu muslimah pemirsa RATU 2020 menyaksikan via live streaming, baik dengan Zoom maupun melalui link khusus.

Di permulaan RATU 2020, ibu Hj. Firda Muthmainnah, S.Si. selaku MC  menyapa pemirsa. Beliau juga menyebutkan bahwa agenda ini akan membahas terkait demokrasi dengan Khilafah. Mengangkat tema "Berkah dengan Khilafah", pun mengalir slogan:
Saatnya Muslimah bersuara. Menyoal penataan negeri yang menghasilkan kesengsaraan. Mencari solusi sejati dengan Khilafah. Mari memproses diri menjadi Mush'ab bin Umair abad ini . 

RATU 2020 menghadirkan 3 narasumber, yakni Ibu Hj. Ir. Dedeh Wahidah Achmad. (Konsultan dan trainer keluarga sakinah), Ibu Pratma Julia Sunjandari, S.P.(Pengamat kebijakan publik), dan Ibu Ratu Erma Rahmayanti, S.P. (Pemerhati kebijakan keluarga dan generasi).

Ustadzah host Nanik Wijayanti, S.P. memandu diskusi hangat ini. Beliau bersama para ustadzah narasumber menguraikan tentang fakta-fakta demokrasi, serta perbandingannya dengan Khilafah. Bahwa negara adidaya saat ini pun tidak puas dengan demokrasi. Dan sistem bathil tersebut tidak akan bisa menjadi tepat sekalipun di-'mix' dengan sistem yang haq, yakni Islam. 

Selanjutnya, host membuka sesi pertanyaan. Para ustadzah serasa menegaskan bahwa tiada harapan untuk memperbaiki demokrasi. Ia ibarat pohon yang rusak dari akarnya. Dan satu-satunya solusi adalah dengan ganti sistem. Diselingi pula dengan tayangan video yang makin menguatkan arah diskusi agenda ini. 
Sebelum akhir acara, adalah testimoni oleh beberapa tokoh masyarakat yang menyampaikan hal senada. Beliau ialah Ustadzah Irene Handono (pakar Kristologi), Ibu Hj Komariyah (Pembina 60 Majelis Ta’lim) dan ibu Dr. Ir. Pigoselpi Rokhmin Dahuri, Msi (tokoh masyarakat).

Host menutup dengan kesimpulan,  demikianlah kondisi demokrasi saat ini. Dia sudah mati, dan tidak bisa diharapkan hidup lagi. Umat Muslim diminta untuk melanjutkan langkah setelah event ini. Yaitu dengan memiliki pemikiran yang satu, serta keyakinan yang kuat sebagai bekal perjuangan, untuk lantas mewujudkannya dalam aksi nyata. Mengutip QS. Ar Ra'd :11, bahwa perubahan datang dari kita sendiri. 

Host menyegarkan suasana dengan mengajak peserta Zoom meneriakkan takbir, kemudian mengembalikan acara kepada MC. Acara ditutup dengan doa oleh Hj. Murthi’ah. Semoga tahun ini adalah terakhir kita tanpa Khilafah.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here