Reshuffle Untuk Rakyat? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, December 25, 2020

Reshuffle Untuk Rakyat?


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Presiden Jokowi telah mengumumkan reshuffle (perombakan) kabinet pada Selasa, 22 Desember 2020 di Istana Presiden. Sebanyak 6 posisi menteri dirombak. 

Apakah berdampak signifikan bagi kinerja Kabinet Indonesia Maju? Bila ditelaah jabatan menteri BUMN tidak dilakukan revitalisasi. Mengingat Pemerintahan Jokowi cukup memperhatikan kepentingan Cina, terutama dalam dua bidang: infrastruktur dan perdagangan. Utang dari Cina mendominasi pembiayaan infrastruktur. Bisa jadi kepentingan investasi Cina itu terwakili melalui kebijakan BUMN. Utang dari Cina disalurkan melalui BUMN seperti utang US$ 3 miliar yang disalurkan melalui tiga bank BUMN: BNI, BRI dan Bank Mandiri. Begitu juga proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan utang dari Cina banyak yang dikerjakan oleh BUMN.

Adapun Barat, terutama Amerika dan Eropa, merasa kepentingannya kurang diperhatikan. Kepentingan Barat selama ini tampak dominan dalam dua bidang: pasar keuangan serta pertambangan minerba dan migas. Jika kepentingan Barat itu tidak segera dipenuhi, hal itu bisa jadi akan “mengganggu”. Untuk memenuhi kepentingan Barat itu dibutuhkan sosok yang “market’s trusted” (dipercaya pasar). Sosok M Lutfi juga dianggap bisa menarik investasi, khususnya hot money (uang panas).

Dengan reshuffle ini, patut diduga kepentingan Cina dan Amerika/Eropa sama-sama dipenuhi. Keduanya diharapkan bisa membawa modal dalam bentuk hot money dan utang, yang bisa membuat indikator makro terlihat baik.

Namun, di balik itu sebetulnya ada bahaya. Masuknya modal dalam bentuk hot money bisa menguap kapan saja. Utang dari Cina pun tidak menciptakan lapangan kerja besar di dalam negeri karena banyak tenaga kerjanya juga dari Cina. Semua itu akan membuat negeri ini makin jatuh dalam pengaruh dan kepentingan Barat dan Timur.

Reshuffle pada akhirnya akan makin mengokohkan neo-liberalisme dan neo-imperialisme. Keduanya adalah ancaman besar bagi negeri ini dan penduduknya.

Pangkal dari semua itu adalah penerapan ideologi sekularisme-kapitalisme dengan politik demokrasinya yang sarat dengan politik transaksioal dan sistem ekonomi liberalnya. Sudah terbukti semua itu telah membuat negeri ini terpuruk.

Karena itu tidak layak sekularisme-kapitalisme dengan demokrasi dan liberalismenya itu terus dipertahankan. Semua itu harus ditinggalkan dan diganti dengan sistem Islam, dengan penerapan syariah secara menyeluruh. Syariah akan bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Jika sosialisme-komunisme dan sekularisme-kapitalisme telah terbukti rusak dan merusak, lalu dengan apa lagi jika bukan dengan Islam dan syariahnya kita bisa mewujudkan kehidupan yang baik untuk semua. Allah SWT berfirman:

﴿أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ﴾

Hukum Jahiliahkah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi kaum yang yakin? (TQSal-Maidah [5]: 50).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here