Sistem Yang Menghasilkan Pemimpin Yang Bertaqwa - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, December 25, 2020

Sistem Yang Menghasilkan Pemimpin Yang Bertaqwa


Ilham Efendi

Islam memberikan tuntunan bahwa mewujudkan kehidupan masyarakat yang didambakan harus diwujudkan melalui sistem yang baik yang dilaksanakan oleh orang-orang yang bertakwa dan amanah. Tentang pentingnya orang yang baik, Rasul saw. memberikan gambaran dalam sabda beliau:

« إِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ » . قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ « إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ »

Jika amanah telah disia-siakan maka tunggulah saat-saat kehancuran." Orang Arab Baduwi itu berkata, "Bagaimana amanah itu disia-siakan?” Beliau bersabda, “Jika urusan disandarkan (diserahkan/dipercayakan) kepada selain ahlinya maka tunggulah saat-saat kehancuran.” (HR al-Bukhari dan Ahmad).

Para ulama dalam menafsirkan hadis ini menekankan pada perkara pemerintahan, kekuasaan, peradilan dan pengaturan urusan umat. Hal itu karena dalam perkara-perkara itu, kelayakan pejabat dan orang yang menanganinya turut menentukan baik dan tidaknya masyarakat.  Ath-Thayyibi berkata, “Karena perubahan dan kerusakan wali terkait erat dengan perubahan rakyat.  Bisa dikatakan bahwa masyarakat itu mengikuti agama penguasa mereka.” Artinya, jika penguasa, pejabat dan orang yang menangani urusan umat itu orang yang rusak, zalim dan tidak layak maka masyarakat akan terzalimi, menderita dan rusak.

Adapun dalam hal sistem, Allah SWT mengingatkan bahwa pengadopsian sistem hidup selain yang diturunkan oleh Allah hanya akan membuahkan kesempitan hidup di dunia.  Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 124).

Maknanya, “Siapa saja yang menyalahi perintah-Ku dan apa yang Aku turunkan kepada rasul-Ku, ia berpaling darinya dan melupakannya serta mengambil yang lain sebagai petunjuk maka baginya penghidupan yang sempit, yaitu di dunia, sehingga tidak ada ketenteraman baginya.” (Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr).

Dengan demikian, mengadopsi ideologi dan sistem Kapitalisme serta meninggalkan sistem dan ideologi Islam hanya akan mendatangkan kesempitan hidup. Inilah yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.  Karena itu, sistem dan ideologi Kapitalisme itu harus diganti untuk menyelesaikan kesempitan hidup yang diderita masyarakat.  Penggantinya adalah sistem Islam dan syariahnya.  Allah SWT telah berjanji bahwa sistem dan syariah Islam akan memberikan kehidupan, sebagaimana firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (QS al-Anfal [8]: 24).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here