Usut Tragedi Tol Jakarta - Cikampek Yang Seadil-Adilnya!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Berdasarkan berita ramai diberitakan media massa, aparat kepolisian melakukan penembakan terhadap 6 warga negara yang disebut anggota FPI di kilometer 50 Tol Jakarta – Cikampek. Dalam peristiwa itu, kepolisian mengaku anggota polisi yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas terukur. Sehingga terhadap kelompok HRS (Habib Rizieq Shihab) yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang, dan 4 orang melarikan diri. 

Terkait kejanggalan - kejanggalan atas peristiwa ini, sebagian elemen masyarakat mendesak pemerintah untuk membentuk tim independen melibatkan Komnas HAM dan Ombudsman RI untuk menyelidiki dengan serius tindakan penembakan dari aparat kepolisian dalam peristiwa tersebut, serta membuka hasil fakta-fakta yang ditemukan dari proses penyelidikan tersebut. Setiap tindakan yang diambil oleh aparat kepolisian haruslah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pasalnya, penggunaan senjata api oleh kepolisian seharusnya hanya merupakan upaya terakhir yang sifatnya untuk melumpuhkan dan hanya dapat dilakukan oleh anggota Polri ketika dia tidak memiliki alternatif lain yang beralasan dan masuk akal untuk menghentikan tindakan/perbuatan pelaku kejahatan atau tersangka tersebut atau ketika anggota Polri tersebut sedang mencegah larinya pelaku kejahatan atau tersangka yang merupakan ancaman segera terhadap jiwa anggota Polri atau masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tentu masyarakat benci bila tragedi Tol Jakarta - Cikampek ada unsur - unsur tindakan represif dan brutal secara sistematis oleh alat - alat kekuasaan. Dan jika itu terbukti, bisa jadi itu dilakukan setelah mereka tak punya lagi cara untuk menghentikan aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar di negeri ini. Mereka tak berani menghadapi debat intelektual yang sering dilontarkan oleh gerakan - gerakan Islam. 

Seperti juga yang pernah menimpa kelompok dakwah Rasulullah Saw., ujian dakwah berupa penganiayaan terjadi, menguji keimanan dan keikhlasan para pejuangnya. Hingga pertolongan Allah yang teramat dekat datang dan memberikan kemenangan. Ketika kemenangan tiba, dengan kembalinya era Islam yang kedua kalinya, akan segera mengadili para penguasa yang korup tersebut.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post