Usut Tuntas Penembakan 6 Aktivis Muslim!


Achmad Fathoni (Direktur El Harokah Research Center)

Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari LBH Jakarta, YLBHI, ICJR, IJRS, HRWG, Institut Perempuan, LBH Masyarakat, LeIP, KontraS, SETARA Institute, PSHK, ELSAM, Amnesty International Indonesia, Public Virtue Institute, PBHI, PIL-Net, ICEL, Asosiasi LBH APIK Indonesia, Imparsial, LBH Pers menilai ada banyak kejanggalan terkait tewasnya enam anggota laskar khusus Front Pembela Islam (FPI). Ketua Divisi Advokasi LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora mengatakan, sebagaimana ramai diberitakan media massa, aparat kepolisian melakukan penembakan terhadap 6 warga negara yang disebut anggota FPI di kilometer 50 Tol Jakarta – Cikampek. Dalam peristiwa itu, kepolisian mengaku anggota polisi yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas terukur. Sehingga terhadap kelompok MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang, dan 4 orang melarikan diri. Koalisi menilai ada banyak kejanggalan dalam peristiwa tersebut yang harus diusut karena diduga kuat terdapat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak atas peradilan yang adil dan hak hidup warga negara. Konstitusi RI menjamin setiap orang yang melakukan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia harus diajukan ke pengadilan dan dihukum melalui proses yang adil dan transparan (sindonews.com, 8/12/2020). 

Catatan

Pembunuhan ini terjadi dalam rangkaian panjang dugaan kezaliman yang telah menyatakan perang terhadap para pengemban dakwah Islam, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Sebelumnya sebagaimana yang disampaikan kuasa hukumnya, HRS ada nuansa dicari - cari kekeliruannya.

Semoga Allah memberkahi 6 orang yang gugur, menerimanya dalam golongan para syuhada pengemban dakwah, serta menempatkannya pada derajat yang tinggi bersama para syuhada' dan orang-orang saleh. Sungguh mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Kami memohon kepada Allah SWT, untuk segera membalas kejahatan siapapun yang menjahatinya. 

Sungguh darah yang menetes itu -insya Allah- akan menjadi obor yang akan menambah tekad dan semangat kaum Muslim untuk berjuang menuntut keadilan, seberapapun mahal dan berharganya; juga akan menjadi kutukan yang akan mengganggu tidur tiran dan rekannya. Allah SWT berfirman:

﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾

"Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka." (TQS. Ghāfir [40] : 82).

Ya Allah, sungguh kami percaya dan yakin hanya kepada-Mu saja, dan cukuplah Allah sebagai wakil. Ya Allah, kokohkan langkah perjuangan sudara-saudara kami, dan tanamkan dalam hati mereka ketenangan. Sungguh kami percaya bahwa dakwah ini adalah jalan-Mu. Sedang Engkau telah berjanji akan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada siapa saja yang mengikuti jalan-Mu. Engkau adalah Dzat Yang Maha Benar, dan apa yang Engkau janjikan adalah benar.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post