Beberapa Urusan Masyarakat Yang Harus Dipenuhi


Achmad Fathoni (Dir. El Harokah Research Center)

Pengurusan masalah masyarakat menyangkut banyak hal sesuai dengan maqashid asy-syar’iyyah.  Ada beberapa urusan masyarakat yang harus dipenuhi.  Pertama: memelihara keturunan (al-muhafazhah 'ala an-nasl).  Untuk memelihara keturunan diperlukan langkah-langkah seperti: (1) Mensyariahkan nikah dan mengharamkan perzinaan; (2) Tidak memberikan kebebasan berperilaku, kebebasan berhubungan seksual (freesex),  homoseks, lesbianisme, dan sebagainya;  (3) Menetapkan berbagai sanksi hukum terhadap para pelaku perzinaan.  Dalam sistem kehidupan sekular, hal tersebut justru tidak dapat terlaksana.  Sebab, apapun yang dilakukan seseorang terserah saja dengan dalih hak asasi manusia (HAM).

Kedua: memelihara akal (al-muhafazhah ’ala al-'aqlu). Ada beberapa langkah yang penting diterapkan, di antaranya: (1) mewajibkan upaya menuntut ilmu dengan dibiayai oleh negara (gratis bagi rakyat).  Itulah yang dilakukan oleh Nabi saw. dan para sahabat, bahkan para Khalifah; (2) mencegah dan melarang dengan tegas segala perkara yang merusak akal seperti minuman keras (muskir) dan narkoba (muftir); (3) menetapkan sanksi hukum terhadap para pelakunya.  Dalam sistem Kapitalisme, minuman keras dan narkoba dipandang sebagai barang ekonomi sehingga yang dilarang hanyalah yang tidak memiliki ijin atau yang mengedarkannya secara gelap. Sanksinya pun tidak dapat menghentikannya.

Ketiga: memelihara kehormatan (al-muhafazhah ‘ala al-karamah).  Hal ini akan dicapai dengan: (1) memberikan kebebasan untuk melakukan apapun selama sesuai dengan syariah Islam; (2) melarang orang menuduh zina, mengolok, meng-gibah, melakukan tindakan mata-mata, mengeksploitasi kehormatan perempuan berupa pornografi atau pornoaksi; (3) menetapkan sanksi-saksi hukum bagi para pelakunya. Kehormatan tidak terjamin dalam sistem sekular. Acara-acara infotainment yang menggunjing, mengolok-olok, meng-gibah, melakukan spionase, mengeksploitasi pornografi dan pornoaksi dibiarkan. Bahkan UU Pornografi-Pornoaksi saja tidak kunjung disahkan.

Keempat: memelihara jiwa manusia (al-muhâfazhah ’alâ an-nafs). Dengan syariah Islam setiap warga masyarakat apapun suku, ras dan agamanya dipelihara dan dijamin keselamatan jiwanya.  Sebaliknya, tanpa syariah Islam, realitas menunjukkan bahwa setiap hari media massa mewartakan selalu ada pembunuhan. Keluarga korban pun tidak diperlakukan adil, sebab pelaku hanya dihukum penjara beberapa tahun. Ini pun tidak membuat dia dan orang lain jera. Berbeda dengan Islam yang menetapkan hukum qishash. 

Kelima: memelihara harta (al-muhafazhah ’ala al-mal). Dalam Islam, bukan hanya harta pribadi yang dilindungi, melainkan kebutuhan pokok setiap individu pun dijamin. Harta rakyat berupa sumberdaya alam pun benar-benar milik rakyat, dikelola oleh pemerintah untuk dikembalikan bagi kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, dalam sistem sekular kebutuhan pokok tidak dijamin, harta rakyat pun diserahkan kepada segelintir orang, termasuk asing melalui privatisasi. 

Keenam: memelihara agama (al-muhafazhah ‘ala ad-din). Dalam sistem sekular, agama dibiarkan dilecehkan, bahkan diacak-acak. Aliran sesat dipelihara. Muaranya, akidah umat tidak terjaga.

Ketujuh: memelihara keamanan (al-muhafazhah ‘ala al-amn). Tidak dibiarkan pihak asing menguasai keamanan negara. 

Kedelapan: memelihara negara (al-muhâfazhah ‘alâ ad-dawlah). Dalam Islam negara dijaga keutuhannya. Tidak dibolehkan ada disintegrasi. Berbeda dengan itu, sistem sekular membiarkan disintegrasi atas nama referendum atau mungkin otonomi. 

Melihat berbagai urusan rakyat yang harus dipenuhi itu tampak bahwa sistem sekularisme-kapitalisme telah gagal memenuhinya. Sistem sosialisme-komunisme pun sudah tumbang.  Semua itu hanya akan dapat tercapai dengan sempurna dengan penerapan syariah Islam. Sejarah panjang umat Islam mencatat hal tersebut dengan tinta emas. Karenanya, partai politik semestinya berupaya keras untuk memperjuangkan tegaknya syariah Islam.

 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post