Drone Bawah Laut dan Ancaman Keamanan Nasional - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, January 9, 2021

Drone Bawah Laut dan Ancaman Keamanan Nasional


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP)

Pada Desember 2020 lalu telah ditemukan sebuah drone bawah laut. Lokasi penemuannya di perairan pulau Selayar, Sulawesi Selatan. 

Tentunya kejadian ini menunjukkan lemahnya hankam laut di negeri kita. Menilai temuan drone tersebut tidak bolah dilokalisir hanya dari segi pemetaan bawah laut yang ujung-ujungnya adalah ekonomi. Seharusnya semakin meningkatkan kewaspadaan. Mengingat drone bawah laut yang ditemukan mirip layaknya sea gleader. Drone tersebut disinyalir bisa mendeteksi kadar garam, arah dan arus bawah laut, temperatur bawah laut, dan suara ikan. Sementara itu data kadar garam dan arus bawah laut bisa digunakan untuk penempatan kapal selam.

Muhammad Fauzan, Analis Keamanan yang berpusat di Indonesia menduga bahwa drone yang ditemukan di Selayar adalah milik China. Sementara itu bila kita merujuk kepada ambisi militer laut China ditegaskan bahwa China bisa memproduksi drone bawah laut tanpa awak dan pangkalan militer bawah laut. Misinya ini disebut dengan 912.

Drone bawah laut selanjutnya berfungsi layaknya spionase. Drone tersebut bisa berfungsi juga dalam pemasangan ranjau di bawah laut dan penyerangan senyap.

Negara yang memiliki deone bawah laut selain China ada AS, Inggris, India, Norwegia dan lainnya. Artinya menyusupnya drone bawah laut di Indonesia menunjukkan akan rapuhnya sistem hankam.

Bahkan kejadian menyusupnya drone bawah laut bukanlah kali yang pertama. Di Tahun 2019, ditemukan drone bawah laut di Kepulauan Riau. Di awal 2020 ditemukan drone di perairan Jawa Timur. Jadi bukanlah sebuah kebetulan. 3 tempat ditemukannya drone tersebut seperti mengarah pada sebuah jalur yang menghubungkan antara Kepulauan Natuna hingga daratan Australia. Sedangkan 3 drone bawah laut tersebut digunakan sebagai pengamanan jalur lintas perdagangan.

Sangat miris dengan kondisi hankam Indonesia. Anggaran hankam dikurangi hingga menjadi sekitar 120 trilyun rupiah. Ditambah lagi Kawasan Laut China Selatan yang sedang konflik antara AS dan China. Mau tidak mau Indonesia akan terkena imbasnya. Artinya penjagaan keamanan nasional di permukaan termasuk bawah laut membutuhkan biaya yang besar. Sedangkan anggaran hankam dikurangi.

Merupakan hal yang sangat mendasar akan penjagaan wilayah laut termasuk bawah laut. Penjagaan wilayah laut termasuk bagian menjaga kedaulatan negara.

Maka menjadi urgen guna mengembalikan wibawa negara. Negara harus tegas dalam bersikap. Tidak boleh ada intervensi asing dalam hankam Indonesia.

Tentu saja untuk bisa menegakkan kepala, Indonesia mestinya naik level. Negara penting untuk berpijak pada sebuah ideologi dari ketiga ideologi dunia. Islam bisa menjadi alternatif, di samping rakyat notabenenya mayoritas beragama Islam.

Dengan demikian, kebijakan-kebijakan strategis negara terdapat arah yang tepat sasaran. Negara bisa membedakan manakah negara kawan maupun lawan.

Tawaran kerjasama dalam penanganan hankam oleh negara-negara imperialis hanya akan menjerumuskan ke dalam pekatnya penjajahan. Bukankah dominasi politik, ekonomi, dan budaya merupakan bentuk penjajahan saat ini?

Selanjutnya negara melakukan penguatan terhadap alutsista keamanan laut. Negara menyiapkan kapal selam, drone bawah laut dan persenjataan lainnya dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Tentu saja hal ini membutuhkan sumber pembiayaan besar. 

Akan sulit rasanya melengkapi alutsista keamanan laut tanpa sumber pemasukan negara yang memadai. Harta milik umum (hutan, perairan dan sumber energi), harta milik negara, harta rikaz, luqathoh, ghonimah, tanah kharaj dan usyr, zakat dan lainnya, akan memenuhi kas negara guna pemutakhiran alutsista.

Dengan kekuatan ideologi dan alutsistanya, negara akan menuntut pada negeri-negeri yang berani mengobok-obok kedaulatannya. Teguran dan peringatan keras akan dilayangkan.

Demikian kebijakan-kebijakan yang bisa diambil dalam memperkuat keamanan dan alutsista laut (permukaan dan bawah laut). Tidak akan ada lagi yang berani mempermainkan kedaulatan negara. Negara akan menegakkan kepala di kancah politik dunia. Khilafah akan memperkuat hankam dunia Islam. Dengan begitu, dunia Islam akan menjadi mercusuar dunia, bukan lagi dunia ketiga yang bisa seenaknya diobok-obok harga dirinya. 

# 6 Januari 2021


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here