HAM dalam Pandangan Islam


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

HAM (Hak Asasi Manusia) sesungguhnya hanyalah salah satu instrumen Barat dalam menyebarkan ideologi Kapitalismenya. Paham ini lahir dari sekularisme Barat, yang memisahkan agama dalam urusan kehidupan, yang sarat dengan ide kebebasan/liberalisme.

Berkembangnya ide HAM ini di tengah-tengah kehidupan jelas atas kepentingan Barat. Baratlah yang selama ini paling getol mengkampanyekan HAM. Dengan HAM, Barat juga terus berupaya menyerang dan memojokkan kaum Muslim dan hukum-hukum Islam. Aturan-aturan Islam yang agung sering digerogoti oleh isu-isu HAM. Syariah dan Khilafah sebagai solusi politis terhadap peradaban yang kronis sering diserang dengan HAM. Pornografi dan pornoaksi yang jelas-jelas merusak tatanan keluarga dan sosial masyarakat, berjalan mulus dengan lokomotif HAM. Lembaga penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan sering dibuat gamang dalam menindak berbagai kasus kriminal dan perilaku yang meresahkan masyarakat ketika dihadapkan dengan HAM. Benturan terbesar Mahkamah Konstitusi ketika memutuskan pidana mati terpidana narkotika pun adalah HAM. Di sisi lain, Lembaga HAM tidak lebih dari sekadar keranjang sampah penampung berbagai pengaduan tindak kezaliman, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Hak Asasi dalam Pandangan Islam didasarkan pada sebuah pandangan keyakinan bahwa Allah Swt., sang Khalik-lah yang menempatkan manusia pada kemuliaan. Tingkat kemuliaan seseorang terletak pada nilai ketakwaan yang dimilikinya, bukan pada kebebasan perilaku yang dilakukannya. Allah Swt. berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي ءَادَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami mengangkut mereka di daratan dan di lautan. Kami memberi mereka rezeki yang baik-baik dan Kami melebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan. (QS al-Isra [17]: 70)

Islam memandang bahwa tolak ukur kemuliaan didasarkan pada akidah Islam. Dari keyakinan inilah bertolak ide hak-hak dasar manusia dalam Islam. Islam memandang bahwa manusia itu mulia, karena kemuliaan yang diberikan dan dianugerahkan oleh Allah Swt. Kemuliaan itu dikaitkan dengan penyembahan manusia kepada Rabb-nya.

Gambaran dan pandangan seperti itu menjadikan hak-hak manusia dikaitkan dengan batasan-batasan syariah. Ia tidak tunduk pada kekuatan fisik, juga tidak disandarkan pada keinginan individu atau bangsa tertentu. Atas dasar ini, hak-hak bangsa tersebut jauh dari kediktatoran, kesewenang-wenangan dan kezaliman politis. Hak-hak tersebut merupakan hak-hak yang bersifat tetap, karena bersandar pada tidak bolehnya penyembahan kepada selain Allah, atau tidak boleh tunduk pada selain syariah-Nya. Orang yang lemah dan miskin tetap memiliki hak atas kehidupan yang mulia, dengan terpenuhinya berbagai kebutuhannya. Ini merupakan hak yang telah disyariatkan. Hak syar‘i manusia merupakan hak yang bersifat menyeluruh bagi seluruh jenis manusia, tidak dikaitkan dengan jenis, agama dan ras manusia tententu.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post