Jalan Umat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 6, 2021

Jalan Umat


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Sobat, ketika sistem Kapitalisme diterapkan, dampaknya dunia muslim mengalami bahaya adanya dominasi pemilik modal dan intervensi asing, yang muncul adalah banyaknya kebijakan yang memiskinkan rakyat dan sebaliknya, lebih menguntungkan pemilik modal dan asing. Dengan penerapan syariah semua itu bisa dihentikan, seperti penjelasan di atas. Selanjutnya, sistem ekonomi Islam diterapkan, dan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat diberlakukan, karena keberadaan penguasa memang untuk mengurusi dan memelihara kepentingan rakyat. 

Ketika kita bicara jalan penyelamatan, dalam konteks Indonesia, syariah Islam akan menyelamatkan dan membebaskan Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Namun penerapan syariah hanya akan sempurna melalui jalan umat, yaitu ketika umat menghendaki penerapan syariah dan menyerahkan kekuasaan kepada seorang khalifah untuk menjalankan penerapan syariah. Itu hanya akan terjadi ketika umat telah memiliki kesadaran ideologi Islam sekaligus memahami kewajiban untuk menerapkannya.

Di samping itu, umat harus sadar politik. Umat harus menyadari bagaimana seharusnya urusan mereka diatur dan kemaslahatan mereka dipelihara. Umat harus paham bahwa selama ini kepentingan, kemaslahatan dan hak-hak mereka telah dirampas oleh sistem Kapitalisme dan para punggawanya. Di samping itu, umat, khususnya para aktivisnya, harus memiliki kepekaan akan segala strategi dan makar musuh-musuh Islam untuk membendung penerapan syariah.

Adanya kesadaran ideologi akan menuntun kepentingan mana yang harus diutamakan. Penerapan syariah Islam dengan sendirinya akan menjadi kepentingan bersama (common interest) di atas segala kepentingan lainnya, baik kelompok apalagi pribadi. Dengan tuntutan ideologi pula, umat ini akan memiliki kesatuan visi dan misi, yaitu visi dan misi penerapan ideologi atau penerapan syariah dalam sistem Islam. Kesadaran ideologi dan politik itu juga akan menjelaskan siapa sejatinya yang menjadi musuh, tidak lain adalah musuh-musuh ideologi Islam, yaitu kaum kafir dan ideologi kufur. Jadi, musuh sejati umat bukanlah syariah dan para aktivisnya, tetapi kaum penindas dan ideologi mereka (kapitalisme dan komunisme).

Islam menegaskan bahwa sesama Mukmin adalah bersaudara. Ini artinya kaum Mukmin itu bukan musuh satu sama lain, meski berbeda pendapat. Muslim yang terlihat menentang syariah dan menganggap syariah sebagai ancaman pun tetap bukan musuh, melainkan saudara seiman. Namun, bisa jadi mereka tersilaukan oleh ideologi dan kemajuan Barat, kepentingan sendiri atau bisa jadi "salah memilih jalan". Justru karena itu, mereka adalah saudara kita yang harus diingatkan, disadarkan dan diselamatkan dari semua itu. Karena itu, umat, khususnya para aktivis, tidak selayaknya terperangkap oleh politik pecah-belah dan adu-domba musuh sehingga menganggap aktivis lain, apalagi pejuang syariah, sebagai rival atau musuh. Musuh bersama (common enemy) umat ini adalah kaum kafir dan ideologi kufur. Karena itu, ukhuwah di tengah-tengah umat harus dipererat. Komunikasi dan tafahum (saling memahami) harus senantisa dijalin.

Penyadaran dan pemahaman umat akan ideologi harus terus dan semakin gencar dilakukan. Ini artinya, kampanye syariah Islam harus makin diperhebat. Dakwah, termasuk di dalamnya pencerdasan politik umat, harus berlangsung tiada henti. Dengan semua itu mudah-mudahan Allah segera memenuhi janji-Nya dengan menurunkan pertolongan kepada umat ini dengan diterapkannya syariah. Mudah-mudahan, itu dimulai dari negeri ini, Indonesia, sehingga dengannya Indonesia segera bisa diselamatkan dan dibebaskan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here