Kapitalisme Biang Kemiskinan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, January 9, 2021

Kapitalisme Biang Kemiskinan


Agus Kiswantono (Direktur FORKEI)

Kemiskinan adalah bagian dari fakta sejarah. Bila semua asumsi mengenai efek-efek pertumbuhan penduduk diteliti lebih jauh, pertumbuhan penduduk tidak mungkin menyebabkan berbagai kesengsaraan di dunia pada saat ini dan apa yang menjadi jelas adalah bahwa ada agenda politik ketika ada lembaga yang menyatakan meningkatnya populasi global adalah penyebab bencana dunia yang potensial. Agenda ini dibuat untuk mengalihkan penyebab sebenarnya dari bencana itu yakni gaya hidup, pola hidup, gaya hidup konsumerisme, kemiskinan dan eksploitasi yang terang-terangan atas Dunia Ketiga agar Dunia Barat dapat hidup tanpa Dunia Ketiga.

Negara maju juga menghadapi serangkaian masalah yang rumit: Jepang, Rusia, Jerman, Swiss dan sebagian besar Eropa Timur mengalami kekurangan penduduk, dikarenakan pengurangan jumlah kelahiran secara besar-besaran. Sebagian wilayah dunia juga sedang mengalami kekurangan penduduk jika tidak ada imigrasi. Karena jumlah penduduk di Barat menurun secara relatif dibandingkan dengan bagian dunia lain, maka negara-negara ketiga itu akan punya alasan yang sah dikarenakan jumlah penduduknya untuk punya pengaruh lebih besar pada lembaga-lembaga internasional dan perwakilannya di badan-badan internasional. Isu overpopulasi adalah alat yang sangat berguna untuk menjelek-jelekkan Negara-negara dengan pertumbuhan penduduk yang besar dan pada saat yang sama mengurangi resiko berkurangnya pengaruh Negara-negara maju di masa datang. Hal ini jelas terlihat ketika Turki bergabung dengan Uni Eropa, setelah bergabung dengan Uni Eropa itu, maka penduduk Turki yang hampir 70 juta jiwa itu akan memberikannya hak untuk menempatkan jumlah perwakilan kedua terbesar pada Parlemen Eropa.  Terlebih lagi, proyeksi demografi menunjukkan bahwa jumlah penduduk akan melebihi jumlah Jerman menjelang tahun 2020.  Keanggotaan Turki akan memiliki banyak konsekuensi pada arah Uni Eropa di masa datang termasuk pada isu rencana pemekarannya di masa datang.

Semua kesalahan ditimpakan pada Dunia Ketiga yakni pada masalah besarnya jumlah penduduk, padahal Negara-negara Barat mengkonsumsi 81% dari semua apa yang dihasilkan dunia, sedangkan Dunia Ketiga memiliki hampir sebagian besar sumber daya dan mineral yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang di dunia. Dunia Ketiga hanya mengkonsumsi 3.6 %. Dunia Barat mengkonsumsi 50% sumber daya paling penting di abad ke 21; yakni minyak, padahal mereka memproduksi minyak kurang dari seperempatnya.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here