Kepolisian Dalam Sebuah Perspektif - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 27, 2021

Kepolisian Dalam Sebuah Perspektif


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Dalam perspektif Islam, kepolisian adalah organ fungsional yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas dalam negeri dari berbagai gangguan dan ancaman keamanan. Satuan kepolisian beranggotakan laki-laki yang sudah balig dan memiliki kewarganegaraan. Wanita boleh menjadi anggota kepolisian untuk melaksanakan tugas-tugas kewanitaan yang memiliki hubungan dengan tugas-tugas keamanan dalam negeri. Negara akan mengeluarkan undang-undang khusus untuk mengatur masalah ini sesuai dengan hukum-hukum syariah (Hizbut Tahrir, Ajhizah Dawlah al-Khilâfah, hlm. 93).

Satuan kepolisian ada dua jenis: Polisi militer serta polisi yang berada di bawah perintah dan pengawasan penguasa. Satuan kepolisian ini memiliki seragam khusus dan ciri-ciri tertentu untuk tugas menjaga keamanan.

Al-Azhari berkata, “Polisi adalah setiap kesatuan yang merupakan kesatuan terbaik. Di antara kesatuan pilihan tersebut adalah polisi, karena mereka adalah prajurit-prajurit pilihan. Mereka adalah kesatuan terbaik yang lebih menonjol daripada tentara. Mereka dinamakan syurthah (polisi) karena mereka memiliki ciri-ciri yang telah dikenal, baik dari pakaian maupun kemampuan geraknya.” Ini juga merupakan pendapat yang dipilih oleh al-Ashma’i.

Dikatakan di dalam kamus: syurthah (polisi) adalah bentuk tunggal dari asy-syurath. Mereka adalah kesatuan terbaik yang terjun dalam perang dan mereka siap untuk mati. Polisi adalah kesatuan di antara para penolong wali. Syurthah (polisi) disebut dengan syurthi, seperti halnya turki dan juhani. Mereka dinamakan demikian karena diri mereka dapat diketahui dengan tanda-tanda yang sudah dikenal luas (Hizbut Tahrir, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 224; Hizbut Tahrir, Ajhizah Dawlah al-Khilâfah, hlm. 94).

Polisi militer adalah bagian dari tentara yang memiliki tanda-tanda yang lebih menonjol daripada pasukan lainya untuk mendisiplinkan urusan-urusan pasukan. Polisi militer marupakan bagian dari pasukan yang berada di bawah Amirul Jihad, yaitu berada di bawah Departemen Perang. Adapun polisi yang selalu siap di samping penguasa, maka ia berada di bawah Depkamdagri. Imam al-Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malik:

إِنَّ قَيْسَ بْنَ سَعْدٍ كَانَ يَكُونُ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِمَنْزِلَةِ صَاحِبِ الشُّرَطِ مِنْ الْأَمِيرِ

Sesungguhnya Qais bin Saad di sisi Nabi saw. memiliki posisi sebagai kepala polisi dan ia termasuk di antara para amir.

Maksudnya adalah Qais bin Saad bin ‘Ubadah al-Anshari al-Khazraji. Imam Tirmidzi juga telah meriwayatkan hadis di atas dengan redaksi:

إِنَّ قَيْسَ بْنَ سَــــعْدٍ كَانَ يَكُــــونُ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِمَنْزِلَةِ صَـــاحِبِ الشُّــــرَطِ مِنْ الْأَمِـــيرِ، قَـــالَ الْأَنْصَـــارِيُّ: يَعْنِي مِمَّا يَلِي مِنْ أُمُورِهِ

Qais bin Saad di sisi Nabi saw. berkedudukan sebagai kepala polisi dan ia termasuk di antara para amir. Al-Anshari berkata, “Yaitu orang yang menangani urusan-urusan polisi.”

Khalifah boleh menjadikan seluruh polisi yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri itu sebagai bagian dari pasukan, yaitu berada di bawah Departemen Perang. Boleh juga Khalifah menjadikan polisi sebagai departemen tersendiri, yaitu Depkamdagri.

Hanya saja, dalam hal ini kepolisian berada di sisi penguasa untuk menjaga keamanan, dan berada di bawah Depkamdagri sebagai struktur yang berdiri sendiri dan berada di bawah Khalifah secara langsung, seperti struktur-struktur negara lainnya. Ini berdasarkan hadis Anas bin Malik di atas tentang Qais bin Saad.

Hal ini juga sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, yaitu berkaitan dengan kemandirian empat departemen yang berhubungan dengan jihad: militer, keamanan dalam negeri, perindustrian dan urusan luar negeri. Keempat hal tersebut hendaknya berada langsung di bawah Khalifah dan tidak digabungkan sebagai satu struktur. Demikianlah, kepolisian berada di bawah Depkamdagri (Hizbut Tahrir, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 224; Hizbut Tahrir, Ajhizah Dawlah al-Khilâfah, hlm. 94).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here