Kita Butuh Dawlah ar-Ri'ayah


Hadi Sasongko (Direktur POROS) 

Telah maklum, Islam adalah dîn ar-rahmah; agama yang ketika diterapkan secara kâffah akan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Telah maklum pula, syariah secara kâffah itu hanya bisa ditegakkan dengan Daulah Khilafah Islamiyyah. Hal ini telah dijelas oleh para ulama mu’tabar. Al-Imam Abu Zakari al-Nawawi rahimahulLah dalam Rawdhat al-Thâlibîn wa Umdat al-Muftîn berkata:

لاَبُدَّ للأُمَّةِ مِنْ إِمَامٍ يُقِيمُ الدِّينَ، وَيَنْصرُ السُّنَّةَ، وَيَنْتَصِفُ لِلْمَظْلُومِينَ، وَيَسْتَوْفِي الْحُقُوقَ وَيَضَعُهَا مَوَاضِعَهَا

Umat harus memiliki seorang imam yang bertugas menegakkan agama, menolong sunnah, membela orang yang dizalimi, menunaikan hak, dan menempatkan hak pada tempatnya.

Karena Daulah Khilafah adalah institusi pelaksana syariah, sementara syariah saat diterapkan secara kâffah akan mewujudkan rahmah, maka Daulah Khilafah adalah dawlah ar-rahmah. Daulah ini mewujudkan dan menebarkan rahmat dalam kehidupan.

Siapa pun yang membuka catatan sejarah tentang Khilafah Islamiyyah, niscaya akan menemukan realitas ini. Kehidupan penuh rahmat benar-benar terwujud dalam kehidupan; bukan hanya dirasakan oleh kaum Muslim, tetapi juga kaum kafir. Karena itu tidak aneh jika manusia dari berbagai bangsa berbondong-bondong masuk Islam dengan sukarela.

Daulah Khilafah adalah dawlah ar-ri’âyah. Daulah ini memelihara urusan rakyatnya, menunaikan kemaslahatan mereka, menjamin kebutuhan mereka dan menjaga mereka dari segala marabahaya. Daulah ini menjalankan sabda Rasulullah saw.:

فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Imam (Khalifah) adalah pemelihara urusan rakyat dan dia ditanya tentang rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. juga bersabda:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِه

Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dia (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, Daulah Khilafah bukanlah dawlah al-jibâyah (negara pemalak), seperti negara kapitalis. Negara kapitalis gemar memalak rakyatnya dengan pajak mencekik dan aneka pungutan yang memberatkan; melepaskan tanggung jawabnya dalam urusan pendidikan dan kesehatan, mengharamkan subsidi sekalipun rakyatnya sudah sengsara dan makin menderita; memaksa rakyatnya untuk bertarung dalam pasar bebas, sekalipun mereka jelas telah kalah tersingkir dalam kompetisi pasar bebas.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post