Para Ulama Sepakat Bahwa Wajib Atas Kaum Muslim Mengangkat Khalifah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, January 2, 2021

Para Ulama Sepakat Bahwa Wajib Atas Kaum Muslim Mengangkat Khalifah


Indarto Imam (Direktur FORPEACE)

Peradaban Islam pernah menyelemuti dunia berabad - abad. Namun rangkaian kegemilangan sementara terhenti akibat bencana besar, yaitu saat Khilafah Utsmani diruntuhkan oleh Kemal Attaturk bersama Inggris dan Prancis pada 28 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M.

Keruntuhan Khilafah mengakibatkan berbagai keburukan menimpa umat Islam yang sebelumnya tidak mereka alami. Keruntuhan Khilafah juga menjadi pintu lebar bagi terjadinya berbagai kemaksiatan dan kemungkaran. Para ulama menggambarkan penghancuran Khilafah Islamiyah itu sebagai ummul jara’im (induk kejahatan).

Karena itu ketiadaan Khilafah harus diakhiri. Caranya tentu dengan menegakkan kembali Khilafah yang akan menerapkan kembali syariah Islam secara kâffah. Hal itu merupakan keniscayaan untuk mengakhiri berbagai problem dan keburukan serta untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan ke tangan umat Islam.

Penegakan Khilafah Islamiyah juga menjadi tuntutan dari kondisi faktual dunia. Ideologi dan sistem sosialisme-komunisme telah tumbang dan ditinggalkan oleh umat manusia karena telah terbukti rusak, bobrok dan buruk. Ideologi dan sistem kapitalisme yang mendominasi dunia saat ini juga tengah limbung didera berbagai krisis yang tak kunjung terselesaikan. Sistem dan hukum buatan manusia tak lagi bisa memberi solusi dan harapan bagi umat manusia. Satu-satunya harapan bagi penyelesaian problem dunia tidak ada lagi selain penerapan syariah Islam di dalam sistem Khilafah Islam.

Penerapan syariah dan penegakan kembali Khilafah Islamiyah merupakan kewajiban syariah. Sangat jelas dan gamblang, kita wajib berhukum dengan risalah yang diturunkan oleh Allah SWT (QS al-Maidah [5]: 48, 49). Al-Quran juga mewajibkan berbagai hukuman seperti qishâsh atas pembunuh (QS al-Baqarah [2]: 178), hukum potong tangan atas pencuri (QS al-Maidah [5]: 38), hukum cambuk atas pezina bukan muhshan (QS an-Nur [24]: 2), hukum-hukum jihad dan politik luar negeri dan sebagainya.

Semua perintah, hukum dan kewajiban tersebut tidak mungkin terlaksana secara sempurna tanpa ada Khilafah Islam. Karena itu tegaknya Khilafah Islam adalah wajib karena merupakan kunci bagi pelaksanaan semua perintah, hukum dan kewajiban itu secara sempurna (kâffah).

Urgensi Khilafah atau Imamah ini juga banyak ditegaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, misalnya, dalam kitabnya, Al-Iqtishâd fî al-I’tiqâd (hal. 76) menyatakan:,“Agama dan kekuasaan itu ibarat dua saudara kembar…Agama itu pondasi, sedangkan kekuasaan itu adalah penjaga. Sesuatu yang tanpa pondasi akan roboh dan sesuatu yang tanpa penjaga akan hilang.” Beliau lalu mengatakan, “Karena itu kewajiban mengangkat imam (khalifah) termasuk urgensi syar’i yang tidak ada jalan untuk meninggalkannya…”

Bukan hanya urgen (mendesak) secara syar’i, mengangkat imam/khalifah, yakni menegakkan Khilafah, adalah termasuk kewajiban paling penting. Imam Ibn Hajar al-Haitami al-Makki asy-Syafii, di dalam kitabnya Shawâ’iq al-Muhriqah (I/25) menyatakan, “Para Sahabat ra. telah berijmak bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah masa kenabian berakhir adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan pengangkatan khalifah itu sebagai kewajiban paling penting (ahamm al-wâjibât). Buktinya, mereka lebih menyibukkan diri dalam urusan mengangkat imam (khalifah) daripada memakamkan (jenazah suci) Rasulullah saw.”

Karena itu Imam an-Nawawi di dalam Syarh Shahîh Muslim (VI/291) menyatakan, “Para ulama sepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat khalifah. Kewajiban itu berdasarkan syariah, bukan akal.”


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here