Renungan Awal Tahun 2021 - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, January 20, 2021

Renungan Awal Tahun 2021


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 

Tahun 2021 ini diawali dengan berbagai musibah. Musibah yang datang ada yang berupa musibah bencana alam dan non bencana alam. Semua musibah tersebut mengingatkan agar kita selalu melakukan introspeksi. 

Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,  mahalnya kedelai yang berimbas pada tempe dan tahu, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan lainnya. Di samping musibah non bencana alam tersebut, Indonesia didera bencana alam. Banjir di Kalsel, gempa di Sulbar, erupsi Gunung Semeru dan lainnya. Timbul tanya dalam hati, ada apa gerangan terjadi musibah yang bertubi-tubi menimpa bangsa ini? 

Allah SWT mengingatkan di dalam firmanNya sebagai berikut ini. 

ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت ايد الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون. 
Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat ulah tangan manusia, agar Allah menimpakan kepada mereka dari sebagian akibat dari apa yang mereka lakukan. Mudah-mudahan mereka kembali (Ar-Ruum ayat 41).

Kerusakan yang nampak di daratan dan di lautan adalah berupa musibah dan bencana. Semuanya terjadi karena ulah tangan manusia. Maksudnya bahwa kerusakan yang terjadi itu dikarenakan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia.

Arti pentingnya introspeksi dilakukan agar dengan banyaknya musibah tersebut, kita dan bangsa ini untuk bisa kembali kepada jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Bahkan umat Islam di negeri ini dipaksa harus segera melakukan introspeksi. Wafatnya beberapa ulama di awal 2021 ini cukup menghentak relung jiwa umat Islam.

Mereka baru tersadar. Wafatnya ulama berarti berkurang pula orang-orang yang bisa menuntun umat di dalam kegelapan. Para ulama ibarat lentera yang menerangi kegelapan jalan. Dengan bimbingan para ulama, umat Islam bisa membedakan antara yang haq dan yang batil. Dengan bimbingan ulama yang mukhlis, umat Islam diarahkan untuk mewujudkan ketaqwaan yang sebenar-benarnya kepada Allah dengan menerapkan Islam dalam kehidupan secara paripurna. Bersamaan dengan itu, para ulama memperingatkan agar umat tidak mengambil jalan hidup orang-orang kafir. Baik itu yang disebut dengan Demokrasi, Liberalisme, Sekulerisme, Kapitalisme, Komunisme dan lainnya.

Mestinya dengan wafatnya ulama, umat segera bangkit dari keterpurukannya. Keterpurukan yang selama ini dialaminya akibat dari mengambil dan menerapkan Sekulerisme dalam semua lini kehidupannya.

Dengan wafatnya ulama, artinya berkurang pula orang-orang yang membimbing umat. Inilah musibah terbesar itu. 

Umat Islam kehilangan pelita yang terang walau dalam badai. Masih ada kesempatan untuk berbenah. Sebelum semua ulama diwafatkan oleh Allah SWT. Artinya ilmu dan petunjuk sudah betul-betul dicabut oleh Allah SWT. Akibatnya kebodohan merajalela. Kemaksiatan membabi buta. Kekufuran semakin brutal. Jika sudah sedemikian, kemanakah tempat berlari dan meminta pertolongan? Bukankah adzab Allah SWT itu tidak hanya menimpa orang-orang yang dholim saja?

Oleh karena itu, mumpung masih di awal tahun 2021. Umat Islam perlu melakukan perenungan. Perenungan tersebut akan mampu menghantarkan pada kesadaran. Kesadaran bahwa berbagai bencana yang melanda akibat kemaksiatan. 

Adapun kemaksiatan terbesar yang melanda adalah kemaksiatan sistem kehidupan. Kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini diatur dengan menggunakan aturan hidup yang berasaskan sekulerisme. Islam dikerdilkan hanya mengurusi nilai-nilai ritual dan moral. Sedangkan sistem kehidupan dalam politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, peradilan, pendidikan dan hankam, diatur menggunakan ideologi Kapitalisme-Demokrasi. Akibatnya krisis multidimensi melanda.

Tentunya satu-satunya jalan untuk keluar dari berbagai kerusakan dan bencana adalah dengan kembali kepada Allah SWT. Kembali kepada ketundukan total hanya untuk Allah SWT. Wujud nyatanya adalah dengan menerapkan Islam secara paripurna dalam wadah al-Khilafah. Dengan demikian akan terwujudlah Rahmat bagi seluruh alam. 

Sekarang masih di awal tahun 2021, dengan introspeksi tersebut akan bisa memperbaiki keadaan. Semoga tahun 2021 ke depannya menjadi langkah awal bagi terciptanya kebaikan dan keberkahan bagi bangsa dan negeri ini. 

# 19 Januari 2021


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here