Bebaskan Aktivis yang Dikriminalisasi Oleh Pidana UU ITE - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, February 22, 2021

Bebaskan Aktivis yang Dikriminalisasi Oleh Pidana UU ITE


Achmad Fathoni (Direktur el Harokah Research Center)

Inisiatif pemerintah akan mendiskusikan untuk merevisi UU ITE mendapat sambutan hangat masyarakat. Sehingga pasal-pasal yang mengandung rumusan 'karet' dan duplikasi hukum (multitafsir) sehingga perlu dihapus.

Diketahui kasus terbanyak adalah pidana yang berhubungan dengan penghinaan dan pencemaran nama baik atau defamasi, Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Di posisi kedua adalah kasus ujaran kebencian pasal 28 ayat 2 UU ITE. Penyidik yang sering mengabaikan definisi dari pencemaran nama baik atau defarmasi. Pasal 27 dalam beleid ini Pasal 27 ini menginduk pada Pasal 310 ayat (1) KUHP. 

Sebelumnya polisi menangkap banyak aktivis di tengah riuh kritik mereka terhadap kebijakan pemerintah. Penangkapan - penangkapan tersebut terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penangkapan aktivis oposisi dengan menggunakan pasal ITE memiliki indikator bias sehingga tidak bisa diukur. Dengan demikian aparat berpotensi menangkap mereka yang memang mengkritik kebijakan pemerintah.

Walhasil UU ITE tidak relevan dengan kondisi saat ini. Dan aparat hendaknya tidak menggunakan pasal tersebut dalam menjerat mereka yang berbeda pandangan dengan pemerintah. Adapun para aktivis yang terindikasi mengalami kriminalisasi, harus dibebaskan.

Kami juga mengecam kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam. Kriminalisasi adalah usaha mecari-cari kesalahan dengan tujuan untuk bisa mempidanakan para ulama dan pembubaran ormas Islam. Tindakan kriminalisasi itu jelas merupakan sebuah kedzaliman. Ini harus segera dihentikan, tidak boleh diteruskan karena mendzalimi ulama dan ormas Islam sama saja menghalangi dakwah Islam. Jelas ini sebuah tindakan yang melanggar hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Secara syar'iy, setiap tindakan dzalim pasti akan menuai balasan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here