Beda Karomah, Beda Sihir


Abu Inas (Tabayyun Center)

Dalam Islam, kejadian luar biasa yang bertentangan dengan keteraturan alam semesta (nizhamul-wujud) bisa dikategorikan dalam tiga: mukjizat, karomah atau sihir. 

Profesor Rawwas Qal’ahji dalam Mu’jam al-Lughah Fuqaha menjelaskan bahwa kejadian luar biasa seperti bulan terbelah, jika terjadi pada nabi, itu adalah mukjizat; jika terjadi pada orang shalih, itu adalah karomah; sedangkan jika terjadi pada orang jahat, itu adalah istidraj.

Karena itu peristiwa bulan terbelah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw., laut terbelah oleh pukulan tongkat Nabi Musa as., atau Nabi Ibrahim as. selamat dari proses pembakaran yang dilakukan oleh Raja Namrudz, adalah bagian dari mukjizat yang hanya Allah SWT berikan kepada para nabi dan rasul, tidak diberikan kepada umat manusia.

Adapun karomah hanya terjadi pada orang-orang shalih, seperti kemampuan Umar bin Khaththab ra. memberikan komando kepada pasukan kaum Muslim dari jarak jauh, atau pasukan yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash ra. yang mampu berjalan di atas Sungai Tigris. Semua itu adalah karomah yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih. Di dalam hadis qudsi Allah SWT berfirman:
 
مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ.

Siapa saja yang memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepada dia. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepada dirinya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintai dia. Jika Aku telah mencintai dia, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberi dia. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindungi dia.” (HR al-Bukhari).

Berdasarkan hadis di atas, yang berhak mendapatkan karomah atau pertolongan Allah SWT adalah mereka yang selalu mengerjakan perintah-perintah-Nya baik yang wajib maupun yang sunnah. Tak mungkin Allah SWT memberikan kemuliaan kepada seseorang yang justru kerap menelantarkan perintah dan larangan-Nya; menipu, membunuh orang tak bersalah serta memusuhi orang-orang yang berjuang menegakkan syariah-Nya.

Andaikata ada orang yang kerap berbuat maksiat tetapi mendapatkan sesuatu yang di luar kebiasaan semisal menghasilkan uang atau perhiasan dengan amat banyak secara tiba-tiba dari langit atau dari bumi, mampu berjalan di atas air, terbang di udara tanpa alat, maka menurut Profesor Rawwas Qal’ahji, itulah istidroj.

Andai pelakunya melakukan hal itu dengan meminta bantuan jin maka perbuatannya termasuk sihir dan hukumnya haram. Dalam kitab Al-Mawsû’ah al-Fiqhiyyah dikatakan, setiap permohonan bantuan (istighotsah) yang dilakukan bukan kepada Allah SWT adalah terlarang; di antaranya adalah istghotsah kepada bangsa jin. Apalagi sebenarnya jin tidak memiliki kemampuan dan malah bisa menyesatkan manusia (Lihat: QS al-Jin [72]: 6).

Oleh karena itu, saat menyaksikan peristiwa yang menyalahi keteraturan alam semesta, semestinya kaum Muslim menimbang dulu hal tersebut dengan hukum syariah, apakah ini karomah atau istdijrâj dan sihir. Bukan langsung terkagum-kagum lalu dengan gelap mata membenarkan dan mengikuti ajarannya.

Sungguh tepat perkataan Imam Syafii, "Jika kalian melihat seseorang berjalan di atas air dan terbang di atas udara, janganlah kalian terpedaya hingga kalian menimbang perkaranya di atas al-Quran dan as-Sunnah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/233, Maktabah Syamilah).


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post