Dahsyat Akibatnya


Oleh: Romadhon (Pendidik ideologis)

Jangan menyepelekan sebuah perkataan sekalipun perkataan tersebut hanyalah berupa ungkapan sederhana. Walaupun sederhana tetapi bisa dahsyat akibatnya. Maka benar sekali ungkapan bahwa, setajam-tajamnya pedang itu, lebih tajam lidah, walaupun kita tahu lidah itu tidak bertulang.

Perkataan kita pada seseorang, baik itu berupa perkataan verbal maupun ungkapan narasi tulisan, bisa sangat berpengaruh terhadap diri seseorang. Maka perkataan yang sifatnya positif, akan mempengaruhi orang lain menuju ke hal yang positif, begitu juga sebaliknya.

Beberapa waktu yang lalu, beredar tulisan di WAG, yang dalam tulisan tersebut sangat tepat untuk menggambar bagaimana pengaruh dari sebuah perkataan. Lebih jelasnya, di bawah ini Penulis petikan tulisan tersebut, sebagai berikut:

Seorang bertanya pada temannya: 'Berapa gajimu sebulan, kerja di toko itu?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?".

Sejak saat itu, si teman jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, tetapi pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini temannya tersebut malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran...

Ungkapan sederhana yang sifatnya negatif berupa: "...sedikit sekali ia menghargai keringatmu..." Telah mempengaruhi orang lain, sehingga membuat orang tersebut berubah sikap, dan akibatnya fatal sekali.

Tulisan selanjutnya, adalah:
Saat kumpulan RT seorang ibu bertanya pada pemilik rumah, tempat pertemuan: "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? bukankah anak2 mu banyak ?". 

Rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang..

Ungkapan negatif dari salah satu peserta kumpulan RT kepada sang tuan rumah, mempengaruhi sang tuan rumah. Akibat dahsyatnya, sang tuan rumah menjadi merasa sempit, padahal sebelum ada pertemuan RT, fine-fine saja dengan kondisi rumah selama ini.

Tulisan selanjutnya yang menunjukkan suatu perkataan negatif, bisa mempengaruhi orang lain dan berakibat negatif pula, adalah:

 Saudara laki2 bertanya saat berkunjung seminggu setelah adik perempuannya melahirkan: "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?"
"tidak ada" jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi: "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku, walau tanpa alasan yang istimewa".

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Tiga kasus dalam tulisan tersebut adalah perkataan negatif yang sederhana, tetapi ternyata berakibat dahsyat. Maka akan berakibat sebaliknya, jika dihadirkan sebuah perkataan sederhana yang bersifat positif. Hal tersebut akan berakibat positif pula.

Misalnya jikalau bertemu orang yang bergaji kecil, kita menyemangati dengan ucapan, 'Alhamdulillah masih punya pekerjaan tetap semoga barokah.. karena nikmat Allah banyak yang tidak terukur dengan gaji ...'. 

Kasus yang kedua, saat menjumpai orang yang tempat tinggalnya sempit, semangati dan ucapkan, 'Alhamdulillah masih punya rumah sendiri.. karena ribuan bahkan jutaan orang yang sampai hari ini belum punya rumah sendiri ...'.

Terhadap kasus yang ketiga, saat bersilaturahmi dengan saudara, besarkan hatinya dengan jerih payah pasangan hidupnya... 'perhatian itu bukan hanya pada hadiah ...'

Profesi seorang guru adalah juga demikian, modalnya adalah perkataan pada murid-muridnya. Kalau dimasa pandemi Covid-19, dimana pelaksanaan pembelajaran dengan DARING, maka modalnya adalah narasi berupa tulisan atau voice di smartphone. Walaupun sederhana, hal tersebut bisa dashyat pengaruhnya pada murid-muridnya.

Oleh karenanya profesi seorang guru sudah seharusnya untuk selalu menanamkan pada murid-muridnya, suatu kebaikan atau hal-hal yang sifatnya positif, baik berupa perkataan verbal maupun narasi tulisan digital. Serta voice yang dikirimkan kepada murid-muridnya ketika pembelajaran. Karena akibatnya, bisa dahsyat. (MasRom)


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post