DINAR DAN DIRHAM UNTUK INDONESIA JAYA


- Catatan Malam Agung Wisnuwardana - 

Cara para kapitalis menguasai dunia adalah dengan mengendalikan sistem moneter dunia.

Semua orang tahu pasca Perjanjian Bretton Woods, semua mata uang dunia (termasuk rupiah) distandard kan dengan dollar AS dan dollar AS dijaminkan dengan emas.

Saat itu juga diputuskan berdirinya IMF dan World Bank. Dan kita semua tahu 2 organisai dunia inilah yang dijadikan para kapitalis untuk membangun neoimperialisme dan neokolonialisme.

Hutang luar negeri ditawarkan IMF dan World bank kepada negara-negara miskin dan berkembang yang baru merdeka pasca Perang Dunia ke 2, termasuk Indobesia.

Jeratan hutang IMF dan World Bank inilah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sejak tahun 1971, Presiden AS Nixon memutuskan melepakan dollar AS dari jaminan emas. Sejak saat itulah semua mata uang dunia (termasuk rupiah) distandarkan dengan dollar AS tanpa jaminan emas. Dan dominasi dollar AS pun dimulai dan dijadikannya alat penjajahan melalui sistem moneter global.

Mata uang dunia tak punya nilai intrinsik lagi. Dan yang menyebabkan kertas uang dipercaya hanya sekedar adanya cap atau tanda tangan dari otoritas Bank Sentral negara yang bersangkutan. Guncanglah keuangan dunia dalam ketidakstabilan. Inflasi menjadi keniscayaan dan krisis pun rutin secara periodik terjadi.

Rupiah ada dimana? Rupiah beredar tanpa underlying emas dan posisinya selalu lemah dihadapan dollar AS. Inilah yang menjadi faktor penting negeri ini terlalu lemah di tingkat global.

Waktubya berbenah, negeri ini kaya sumberdaya mineral termasuk didalamnya emas dan perak. Seharusnya negeri ini berani lepas dari kungkungan dollar AS maupun yuan dan remimbi China. 

Indonesia waktunya menggunakan dinar (mata uang dengan basis emas) dan dirham (mata uang dengan basis perak). Dengan ini Indonesia mampu mandiri mengelola ekonomi dalam kestabilan dan menjadikan Indonesia berjaya.

Pertanyaannya berani tidak? Disnilah kita membutuhkan rezim dan sistem yang berani menerapkan dinar dan dirham secara legal. Tentu bukan rezim dan sistem kapitalis. 

Disinilah kita harus menengok syariah dan khilafah. Dinar dan dirham adalah sistem mata uang yang sesuai syariah Islam. Dan Khilafah adalah siatem pemerintahan yang menjamin syariah Islam terimplementasi secara kaffah untuk rahmat bagi semua, muslim maupun non muslim.

Wallahua'lam


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post