Dinar Dirham Mata Uang Yang Paling Stabil - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, February 5, 2021

Dinar Dirham Mata Uang Yang Paling Stabil


Agus Kiswantono (Direktur FORKEI)

Dinar dan Dirham hari ini digugat sebagian pihak. Padahal mata uang tersebut mata uang yang relevan dengan kebutuhan kita hari ini. Bicara mata uang agar dapat menjadi stabil dan kuat sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu jenis mata uangnya dan penggunaan mata uangnya. Jika kita ingin memiliki mata uang yang kuat dan stabil, maka jenis mata uang yang memenuhi kedua syarat tersebut hanyalah emas dan perak. Mengapa? Sebab, mata uang ini memiliki nilai intrinsik yang kuat dan stabil, dapat diterima oleh semua pihak di seluruh dunia dan langka dalam jumlahnya di bumi ini.

Namun demikian, hanya dengan mengganti jenis mata uangnya saja masih belum cukup. Harus ditambah lagi dengan penggunaan mata uang yang benar. Penggunaan mata uang yang benar adalah dengan mengembalikan fungsi mata sebagai alat tukar saja. Mata uang tidak boleh bergeser fungsinya menjadi komoditas, sebagaimana yang saat ini terjadi. Menjadikan mata uang emas dan perak hanya sebatas sebagai alat tukar berarti hanya mengijinkan aktivitas ekonomi bergerak dan tumbuh di sektor riil saja dan melarang munculnya aktivitas ekonomi di sektor non riil atau sektor finansial. Mengapa? Sebagaimana telah dijelaskan di awal, penyebab utama terjadinya berbagai krisis ekonomi di dunia ini ternyata senantiasa bersumber dari sektor finansial.

Fluktuasi kurs terhadap berbagai jenis mata uang kertas dunia tetap akan terjadi walaupun mata uang yang digunakan adalah emas dan perak. Namun, yang harus diingat bahwa yang berfluktuasi itu sesunggungnya hanyalah mata uang kertasnya berbanding terhadap emas dan perak. Adapun mata uang emas dan peraknya insya Allah tidak akan banyak mengalami fluktuasi selama tidak dinilai dengan mata uang kertas.

Untuk membuktikan bahwa mata uang emas dan perak itu stabil dan kuat, maka harus dibandingkan dengan komoditas lain, misalnya dengan minyak, gas, tambang, pangan, ternak dsb. Contohnya saja, silakan dibandingkan berapa harga kambing pada zaman Nabi saw. jika dibadingkan dengan harga kambing zaman sekarang, yang sudah berlangsung selama 1500 tahun? Insya Allah, harganya tidak bergeser dari nilai satu dinar atau 4,25 gram emas.

Kebijakan negeri yang mengadopsi syariah secara kaffah yang akan membuat perekonomian stabil, terus tumbuh dan menyejahterakan harus dimulai dengan penggunaan mata uang emas dan perak. Mata uang inilah yang akan menjamin kestabilan ekonomi. Selanjutnya, aktivitas ekonomi yang diperbolehkan hanyalah aktivitas ekonomi di sektor riil saja, yaitu aktivitas perdagangan barang dan jasa yang halal.

Jika aktivitas ekonomi sektor non riil ditutup, maka negara telah memberikan peluang kepada seluruh warga negara untuk melakukan aktivitas ekonomi secara sama dan berkeadilan. Insya Allah perputaran mata uang tidak akan terkumpul di tempat-tempat tertentu saja, yaitu di pasar finansial (sebagaimana yang terjadi saat ini) ketika aktivitas ekonomi sektor non riil diperbolehkan. Semua warga negara akan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengembangkan bisnisnya serta mendapat kemudahan yang relatif sama untuk memperoleh permodalan. Pasalnya, mata uang akan tetap dijamin oleh negara agar beredar secara sehat di tengah-tengah masyarakat. Aktivitas menyimpan mata uang (kanzul mal) tanpa tujuan tertentu akan dilarang oleh negara.

Di sisi lain, negara juga wajib mengembangkan berbagai industri berat dan strategis untuk keperluan ekonomi, keamanan, pertahanan dan dakwah.Dengan begitu negara tidak bergantung secara ekonomi dan juga tidak mudah didekte oleh kepentingan asing yang berkehendak untuk menjajah negara.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here