Fenomena Extra Judicial Killing - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, February 6, 2021

Fenomena Extra Judicial Killing


Hadi Sasongko (Direktur Poros)

Satu fenomena menarik dalam penerapan hukum di Indonesia adalah adanya extra judicial killing, yakni pembunuhan di luar pengadilan. Mirisnya, proses ini dilakukan oleh aparat penegak hukum, yakni  Densus 88 Mabes Polri.

Tindakan di luar pengadilan ini secara hukum positif menyalahi/melanggar hukum. Soalnya, orang yang ditembak tersebut belum tentu bersalah. Kalau pun memang bersalah, seharusnya yang memutuskan adalah pengadilan, bukan atas subyektivitas personel kepolisian. Sayangnya, tindakan main hakim itu sendiri dibiarkan dan dianggap sebagai pembenaran.

Khusus dalam masalah terorisme, hukum terlihat sangat tidak adil. Ketika seseorang baru sebagai ‘terduga teroris’, aparat keamanan bisa menahannya. Namun, para koruptor, sudah ‘tersangka’ saja masih bisa berkeliaran.

Sikap aparat hukum ini pun langsung atau tidak langsung ditiru oleh masyarakat. Budaya main hakim sendiri hidup subur di tengah mereka.  Tanpa ada pembuktian apapun, masyarakat berani menghakimi seseorang, bahkan sampai mati.  Ini sebuah ironi di sebuah negara yang menyebut negaranya sebagai negara hukum.

Ketika rakyat menuntut kepastian hukum, sebenarnya hukum yang berlaku di Indonesia itu adalah hukum yang tidak pasti. Sistem hukum yang ada adalah hukum positif yang dibangun atas dasar relativitas kebenaran dan keadilan. Apalagi sudah jelas bahwa sistem hukum ini adalah peninggalan penjajah Belanda.

Di sisi pelaksananya pun bermasalah. Soalnya bukan akidah Islam yang menjadi landasan mereka dalam menegakkan hukum. Mereka tidak mendasari tindakannya atas halal-haram dan takut kepada Allah, tetapi semata-mata kepentingan negara atau kekuasaan.

Walhasil, kondisi ini akan terus buruk selama sistem hukum dan penegak hukumnya tetap seperti sekarang bagaimana pun perbaikan-perbaikan yang dilakukan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here