Islam Visi Pembebasan Palestina


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat bersejarah bagi kaum Muslimin. Pada tanggal 27 bulan tersebut, Rasulullah saw atas kekuasaan Allah Swt diperjalankan dari masjid al-Haram ke mesjid al-Aqsha Palestina dan selanjutnya mi'raj ke sidratu al-Muntaha hanya dalam waktu semalam.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

”Maha suci (Allah) yang telah menjalankan hamba-Nya di malam hari dari masjid al-Haram ke masjid al-Aqsha yang kami berkati di sekelilingnya untuk memperlihatkan sebagian dari ayat-ayat kami. Sesungguhnya Ia maha Mendengar dan maha Melihat.” (QS al-Isra [17]: 1)

Namun di tengah gempitanya perayaan tersebut, Palestina yang merupakan tempat isra dan mi’rajnya Rasullah saw, kiblat pertama dan kota suci ketiga kaum muslimin Islam hingga saat ini masih terjajah oleh negara Yahudi. Konflik nyaris tak pernah padam. Bukan hanya dengan Palestina dengan Israel yang sejak tahun 1948 telah mencaplok sebagian wilayah kaum muslimin tersebut tapi juga perseteruan internal kaum muslim sebagaimana yang terjadi antara Hamas dan Fatah.

Adapun skenario negara-negara Barat yang dimotori oleh Amerika dan Inggris, berbagai perundingan telah dirancang untuk merealisasikan tujuan tersebut. Salah satunya adalah Peta Jalan Damai yang digagas oleh Bush yang dikukuhkan pada Perjanjian Anapolis Desember 2007.

Berdirinya negara Palestina dianggap merupakan jalan terbaik untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan di Timur Tengah khususnya bagi rakyat Palestina. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Bush yang mengomentari Peta Jalan Damai tersebut yang berjudul A Performance-Based Road Map to a Permanent Two-State Solution to the Israeli-Palestinian Conflict:

The roadmap represents a starting point toward achieving the vision of two states, a secure State of Israel and a viable, peaceful, democratic Palestine, that I set out on June 24, 2002. It is a framework for progress towards lasting peace and security in the Middle East.”(Peta jalan damai tersebut merupakan titik awal untuk mencapai visi dua negara, negara Israel yang aman, dan Palestina yang bergairah, damai dan demokratis yang telah saya rancang pada tanggal 22 Juni 2002. Hal tersebut merupakan kerangka untuk mencapai perdamaian dan keamanan di Timur tengah).(www.whitehouse.gov)

Terampasnya tanah Palestina oleh orang-orang Yahudi dan dominasi negara-negara kafir terhadap negeri-negeri Islam lainnya seperti Irak dan Afganistan merupakan buah pahit akibat lenyapnya Khilafah Islamiyyah, institusi yang menjadi tameng kaum muslimin menghadapi negara-negara kafir. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَعَدَلَ فَإِنَّ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرًا وَإِنْ قَالَ بِغَيْرِهِ فَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْهُ


”Barangsiapa yang mentaati saya maka ia telah mentati Allah dan barangsiapa yang mentaati pemimpin maka ia telah mentaati saya. Barangsiapa yang bermaksiat kepada pemimpin maka ia telah bermaksiat kepada saya. Sesungguhnya imam adalah perisai di mana (kaum muslimin) berperang dan berlindung di baliknya. Jika ia memerintahkan dengan ketakwaan kepada Allah dan berbuat adil maka ia akan mendapat pahala dan jika ia berkata sebaliknya maka ia akan mendapatkan dosa.” (HR. Bukhari-Muslim)

Oleh karena itu hanya Khilafah dapat melindungi kehormatan Islam dan kaum muslimin, menjaga perbatasan negeri-negeri Islam, menyatukan potensi ummat Islam dan mengumandangkan jihad fi sabilillah melawan negara-negara kafir seperti Israel dan mengusir mereka dengan penuh kehinaan dari tanah-tanah kaum muslimin.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: tidak akan datang Hari Kiamat hingga kaum muslim memerangi Yahudi. Maka kaum muslim memerangi mereka hingga mereka bersembunyi di balik batu dan pepohonan. Namun batu atau pohon itu berkata: Ya muslim, ya Abdullah ini Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia kecuali pohon gharqad karena ia adalah pohonnya orang Yahudi. (HR. Muslim dan Ahmad)

Walhasil bulan Rajab merupakan momentum yang sangat tepat untuk menggelorakan dan meneguhkan kembali semangat kaum muslimin untuk menegakkan sistem Islam, institusi yang akan membebaskan tempat Isra dan Mi’rajnya Rasulullah saw. Apalagi negara adidaya tersebut juga diruntuhkan pada bulan yang sama, 28 Rajab 1342 H.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post