Jalbul-Mashalih Wa Dar’ul-Mafasid - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, February 17, 2021

Jalbul-Mashalih Wa Dar’ul-Mafasid


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Allah SWT menegaskan dalam kitab suci-Nya:

﴿وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ﴾

Kami tidak mengutus kamu [Muhammad] kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam (TQS al-Anbiya’ [21]: 107).

Makna rahmat adalah jalbul-mashalih wa dar’ul-mafasid (mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemafsadatan). Ayat di atas menjelaskan bahwa rahmat itu menjadi ghâyah (tujuan) dari pengutusan Rasulullah saw. dengan membawa risalah Islam.

Karena itu menurut Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahu-Llâh, ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan Rasulullah saw. diutus adalah agar risalahnya menjadi rahmat bagi umat manusia. Maknanya, risalah beliau diturunkan untuk mewujudkan kemaslahatan (jalbul mashâlih) bagi manusia dan mencegah kemafsadatan (dar’ul mafâsid) dari mereka (Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, III/381, Dar al-Ummah, Beirut, edisi Muktamadah, cet. III, 1426 H/2005 M).

Imam asy-Syaukani menjelaskan, “Wa mâ arsalnâka illâ rahmat[an] lil ‘alamîn bermakna: Kami tidak mengutus kamu, Muhammad dengan membawa syariah dan hukum-hukum, kecuali menjadi rahmat untuk seluruh manusia.” (Imam asy-Syaukani, Fath al-Qadîr).

Dengan demikian, risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. berupa syariah Islam diturunkan untuk menjadi rahmat, yakni mewujudkan kemaslahatan untuk seluruh manusia dan mencegah kemafsadatan dari mereka. Alhasil, sejauh mana kemaslahatan untuk seluruh manusia bisa diwujudkan dan kemafsadatan dari mereka bisa dihindarkan bergantung pada terwujud atau tidaknya syariah Islam di tengah-tengah mereka.

Tampak jelas dari ayat di atas bahwa “menjadi rahmat” (rahmat[an]) adalah tujuan (ghâyah) dari totalitas syariah Islam sebagai satu-kesatuan. Artinya, rahmat yang dimaksud ayat ini tidak terletak pada satu-persatu hukum. Karena itu mewujudkan kemaslahatan (jalbul-mashâlih) dan mencegah kemafsadatan (dar’ul-mafâsid) bukanlah ‘illat (sebab pensyariatan) syariah Islam. Terwujudnya kemaslahatan (jalbul-mashâlih) dan tercegahnya kemafsadatan (dar’ul-mafâsid) merupakan hasil dari penerapan syariah Islam secara kâffah. Dengan kata lain, terwujudnya kemaslahatan untuk seluruh manusia dan tercegahnya kemafsadatan dari mereka merupakan hasil atau konsekuensi dari penerapan syariah Islam secara total.

Karena itu rahmat Islam bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamîn) merupakan konsekuensi logis dari penerapan Islam secara kâffah dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Rahmat Islam tidak akan terwujud jika Islam hanya diambil sebagai simbol, slogan, asesoris dan pelengkap “penderita” yang lain. Rahmat Islam tidak akan ada jika Islam hanya diambil ajaran spiritual dan ritualnya saja, sementara ajaran politiknya ditinggalkan, dan yang diambil malah paham politik dari Kapitalisme maupun Sosialisme, yang nota bene bertentangan dengan Islam.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here