Kapitalisme Merangsang Terjadinya Kriminalitas - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, February 22, 2021

Kapitalisme Merangsang Terjadinya Kriminalitas



Taufik S. Permana (Direktur Geopolitical Institute)

Angka kriminalitas yang terus naik pesat adalah salah satu persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh Kapitalisme, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara Barat. Pada hakikatnya, nilai-nilai dasar Kapitalisme memang mendorong manusia melakukan tindak kriminal. Kapitalisme menyediakan berbagai faktor utama yang menyebabkan terjadinya tindak kriminal, yaitu:

(a) Paham sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan yang menjadi pemikiran dasar (akidah) dari ideologi Kapitalisme membuat manusia tidak merasa takut kepada Allah SWT dan tidak menghormati batas-batas yang ditetapkan Allah.

(b) Paham kebebasan mendorong orang bertindak semaunya dengan alasan kebebasan

(c) Dorongan materialistik yang sangat besar membuat orang cenderung akan menempuh segala cara untuk mendapatkan uang guna memuaskan kebutuhan materialnya.

Sebuah masyarakat yang dibangun di atas dasar paham seperti itu tidak akan mampu menciptakan rasa aman dan menekan angka kriminalitas meski berbagai teknologi mutakhir, seperti CCTV dan label elektronik untuk memindai pelaku kriminal, dimanfaatkan. Selain itu, sistem peradilan yang tidak efektif dan lembaga kepolisian yang korup serta tidak adanya rasa takwa pada diri masyarakat semakin mendorong terjadinya tindak kriminal.

Sementara itu, dalam tinjauan sejarah Daulah Khilafah tidak membangun masyarakat atas dasar paham kapitalisme yang rusak sebagaimana disebutkan di atas, tapi atas dasar akidah Islam dengan inti takwa kepada Allah. Masyarakat seperti ini akan senantiasa diliputi nuansa ketaatan pada syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam soal menghindari tindak kriminalitas. Di samping itu, karena Khilafah mempunyai kewajiban menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok bagi setiap warga negara, maka dorongan untuk melakukan tindakan kriminal juga berkurang dengan sendirinya. Catatan pengadilan yang berumur ratusan tahun, yang mendokumentasikan prestasi sistem sanksi syariah Islam sejak zaman Khilafah hingga saat ini di Timur Tengah, menunjukkan betapa rendahnya tingkat kriminalitas. Selama ratusan tahun syariah diterapkan, tercatat hanya beberapa ratus pencuri yang diberi hukuman potong tangan. Sementara itu dalam masyarakat Kapitalis sekarang ini, tindak pencurian dan bentuk kejahatan lain bisa terjadi tiap beberapa menit.

Keberadaan polisi sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri. Tetapi, dalam sistem yang berlaku saat ini, polisi dan “budaya penjara” telah berubah menjadi sebuah beban tersendiri bagi masyarakat. Bukan karena keberadaan anggota kepolisian itu sendiri, tapi sistem kepolisian yang diwariskan oleh Belanda itulah yang menimbulkan beban buat masyarakat. Kenyataan sekarang, Polisi dirasakan sebagian masyarakat kurang memberikan rasa nyaman pada sebagian masyarakat. Di tengah masyarakat ada ungkapan, “kalau Anda melapor kehilangan kambing kepada polisi, maka bersiaplah Anda akan kehilangan sapi”. Maksudnya, berurusan dengan polisi bukan menyelesaikan masalah tapi malah akan menambah masalah. Pada masa Orde Baru, polisi terkesan bertindak mematai-matai rakyat. Siapa saja yang berpikiran dan bertindak yang bertentangan dengan kehendak penguasa ketika itu pasti akan segera ditangkap.

Mengingat tugasnya yang demikian penting untuk menjaga keamanan rakyat dan melindungi kehormatan, harta dan jiwa seluruh warga negara, bukan untuk memata-matai dan menimbulkan rasa takut, maka Khilafah akan menempatkan kepolisian dengan tepat. Khilafah tidak hanya akan memberikan perlengkapan dan pelatihan secara memadai, tapi juga akan memberi gaji yang layak, sehingga anggota kepolisian akan merasa tenang dalam bertugas serta tidak perlu melakukan tindakan tercela untuk sekadar menambah penghasilan. Dengan suasana hidup Islami, polisi akan bekerja bukan karena sekadar mendapat gaji, tapi lebih dari itu, semata-mata karena mengharap keridhaan Allah SWT.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here