KRITIK BERUJUNG PENJARA, ALIMUDDIN BAHARSYAH AKTIVIS ISLAM YANG CERDAS & TANGGUH DITUNTUT 2 TAHUN PENJARA. - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, February 22, 2021

KRITIK BERUJUNG PENJARA, ALIMUDDIN BAHARSYAH AKTIVIS ISLAM YANG CERDAS & TANGGUH DITUNTUT 2 TAHUN PENJARA.


Oleh,
Chandra Purna Irawan SH MH
(Ketua LBH PELITA UMAT dan BHP KSHUMI)

Hari ini, Selasa 16 Februari 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan nya sebagai berikut:

Menyatakan terdakwa ALIMUDIN BAHARSYAH bersalah melakukan tindak pidana  Dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 ayat (1) UU No.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. 

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ALIMUDIN BAHARSYAH dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:

PERTAMA, bahwa dalam Surat Dakwaan JPU mempersoalkan terkait pernyataan terdakwa  Pemerintah akan memberlakukan “Darurat Sipil” padahal yang sebenarnya bukan pemberlakuan “Darurat Sipil” melainkan “Pembatasan Social Bersekala Besar” (PSBB).  Kalimat yang dipersoalkan sesuai dengan dakwaan JPU terkait "Darurat Sipil" adalah kurang lebih pada pokoknya sebagai berikut "......INI LAGI ADA VIRUS DARURAT KESEHATAN, KOQ YANG DITERAPIN MALAH KEBIJAKAN DARURAT SIPIL....,"

KEDUA, bahwa didalam proses persidangan, terdakwa Alimuddin menyatakan bahwa pernyataan nya tersebut mengkritisi pernyataan Presiden saat memimpin rapat terbatas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lewat video conference dari Istana Bogor, Senin (30/3/2020). Terdakwa mengingat isi pernyataan Presiden kurang lebih pada pokoknya sebagai berikut:

"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi. Sehingga, tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil,".

KETIGA, bahwa pernyataan Alimuddin semestinya tidak bisa disebut menyampaikan berita bohong dengan dasar sebagai berikut:

Terdakwa mengkritisi pernyataan Presiden yang terdapat kalimat "......didampingi adanya kebijakan darurat sipil". Kata "didampingi" memiliki maksud yang sama dengan kata "Diterapin atau diterapkan". 
Sebagai contoh " saya menyopir mobil didampingi istri", kata "didampingi" menunjukkan bahwa istri ikut serta dalam mobil.

Kita simak pernyataan Presiden yang disampaikan terdakwa "Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi. Sehingga, tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil,".

Perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil. Didampingi secara leksikal bermakna ditemani, disertai. Artinya, kebijakan PSBB (subjek kalimat) perlu disertai/ditemani kebijakan darurat sipil. Artinya lagi, baik PSBB maupun darurat sipil itu perlu saling mendampingi, berjalan beriringan; diaplikasikan bersama-sama; dipraktikkan bersama-sama. Karena didampingi/disertai/ditemani berada dalam satu medan makna sama. 

Terdakwa kemudian merespons pernyataan presiden, ada virus darurat kesehatan, koq yang diterapin malah kebijakan darurat sipil. Secara leksikal, diterapin bermakna dipraktikkan. Artinya, terdakwa mempertanyakan kebijakan presiden, yang berencana mempraktikkan darurat sipil. Kata diterapin/dipraktikkan dalam konteks kalimat bersinonim dengan menyertai/mendampingi/menemani PSBB dengan darurat sipil.

konteks kalimat utuh, "Didampingi Adanya Kebijakan Darurat Sipil" dan "Diterapin kebijakan darurat sipil" memiliki medan makna yang sama. Keduanya bermakna (subjek/PSBB) perlu dipraktikkan/ditemani/disertai dengan kebijakan darurat sipil.   

Demikian
Wallahualam bishawab
IG@chandrapurnairawan


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here