Langkah - Langkah Memprihatinkan Menyamakan Gerakan Dakwah Islam HTI Dengan PKI - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, February 2, 2021

Langkah - Langkah Memprihatinkan Menyamakan Gerakan Dakwah Islam HTI Dengan PKI


Fajar Kurniawan (Analis Senior PKAD)

Sebagaimana kabar viral yang beredar di berbagai media bahwa draf RUU Pemilu yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas DPR tahun 2021 mengatur larangan bagi eks anggota HTI menjadi calon peserta pileg, pilpres, dan pilkada.

Aturan itu kini ditulis secara gamblang atau tersurat seperti larangan eks anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dilarang berpartisipasi sebagai peserta pemilu. Selama ini, larangan bagi eks HTI tak pernah ditulis secara tersurat dalam UU Pemilu dan UU Pilkada. Merujuk Pasal 182 Ayat (2) huruf jj dalam draf revisi UU Pemilu, diatur persyaratan pencalonan bagi peserta pemilu, bukan bekas anggota HTI.

Selain itu, pada Pasal 311, Pasal 349 dan Pasal 357 draf revisi UU Pemilu juga mewajibkan para calon presiden dan calon kepala daerah wajib melampirkan persyaratan administrasi berupa surat keterangan dari pihak kepolisian sebagai bukti tak terlibat organisasi HTI.

Miris, jika ada upaya-upaya untuk menyamakan antara Hizbut Tahrir dengan PKI. Dan hal itu bukanlah upaya yang berhasil meskipun upaya ini terus dilakukan; upaya-upaya baru dilakukan untuk melemahkan organisasi yang telah dicabut BHP-nya oleh rezim ini. Sebagaimana diketahui publik bahwa gerakan dakwah tersebut yang telah bersumpah untuk berusaha mendirikan Khilafah Rasyidah yang berjalan pada metode Kenabian; yang sesuai tuntunan syariah sebagai satu-satunya cara untuk menerapkan Islam dalam kehidupan dan satu-satunya solusi atas berbagai penderitaan umat Islam. 

Secara historis, Hizbut Tahrir bukanlah organisasi yang lahir baru - baru ini, tetapi ia merupakan partai politik yang didirikan pada tahun 1953 oleh Syaikh Taqiuddin Al-Nabhani rahimahullah. Partai ini adalah partai politik global yang berkerja di hampir semua negeri-negeri Islam dan negara-negara dunia lainnya. Hizbut Tahrir saat ini dipimpin oleh ulama terkemuka Atha' bin Khalil Abu Al-Rashtah. Partai ini mengadopsi seperangkat pemikiran dan konsep di banyak bukunya; ia juga mengadopsi metode khusus dalam berjuang, yang mengikuti metode Rasulullah (Saw) dalam menyelamatkan negeri dan umat Islam dari ancaman imperialisme global yang hari ini dipimpin AS.

Metode ini bergantung pada perjuangan intelektual dalam upaya-upaya mengedukasi umat dari orang-orang yang zalim. Itu adalah metode yang pasti yang tidak berubah oleh perubahan waktu dan tempat dan tidak pernah berubah dengan berubahnya kondisi dan keadaan. Karena metode itu menegaskan aturan syariah yang berasal dari dalil-dalil syara' yang rinci.

Kedua, upaya-upaya jahat menyamakan gerakan tersebut dengan partai kriminal PKI hanyalah rekayasa yang ditujukan untuk memfitnah Hizbut Tahrir dalam benak kaum Muslim untuk menghindarinya dan mencari pembenaran untuk mendiskreditkannya dan mendiskreditkan gagasan penerapan syariah Islam secara kaffah yang diembannya.

Semua upaya untuk mencemarkan nama baik Hizbut Tahrir dan memutarbalikkan gagasan Khilafah akan gagal sebagaimana yang terjadi sebelumnya. Karena hal itu adalah bagian dari kelicikan para imperialis global dan pengkhianat itu akan kembali ke tenggorokan mereka. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Yang Maha Kuasa:

"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat." [QS Al-Hajj: 38].


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here