Membawa Islam Kembali Memimpin Dunia - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, February 25, 2021

Membawa Islam Kembali Memimpin Dunia


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Setelah Komunisme hancur dan Kapitalisme sedang sakaratul maut, satu-satunya alternatif adalah kembalinya peradaban Islam.

Secara historis, peradaban Islam merupakan peradaban yang melebihi peradaban lain.  Peradaban Islam memimpin dunia selama 12 abad.  Bandingkan dengan Uni Sovyet dengan ideologi Komunismenya yang hanya berkuasa 84 tahun; juga AS dan Barat dengan ideologi Kapitalismenya yang sudah sekarat sekalipun baru 1,5 abad.

Secara, syar’i Khilafah sebagai wujud kepemimpinan Islam untuk membangkitkan peradaban manusia sudah menjadi opini mulai dari Timur hingga Barat.  Barat pun mengetahui hal ini.  Mantan Presiden AS George Bush mengatakan dengan nada sinis bahwa orang-orang yang hendak mewujudkan kembali Khilafah sebagai orang-orang yang ingin: “…establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Khilafah, where all would be ruled according to their hateful ideology… This Khilafah would be a totalitarian Islamic empire encompassing all current and former Muslim lands, stretching from Europe to North Africa, the Middle East and Southeast Asia.” (George W Bush, “President Bush Delivers Remarks on the War on Terror,” accessed via http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/09/05/AR2006090500656.html)

Pada faktanya, sejarah justru mencatat bahwa apa yang ia sebut sebagai ‘a totalitarian Islamic empire’ merupakan peradaban yang memimpin dunia selama belasan abad.

Umar bin al-Khaththab ra., saat menjadi khalifah, memberikan bantuan dari Baitul Mal untuk membantu masyarakat yang terserang penyakit lepra di jalan menuju Syam. Khalifah Walid bin Abdul Malik secara khusus menyisihkan bantuan kepada masyarakat yang terkena penyakit lepra.  Tindakan serupa dilakukan oleh para khalifah dan wali (gubernur).  Bani Ibnu Thulun di Mesir memiliki masjid yang dilengkapi dengan tempat mencuci tangan, lemari penyimpan obat-obatan dan minuman dan dokter yang mengobati secara gratis. (Al-Badri AA.  1998.  Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Islam. Gema Insani Press, hlm. 44)

Perdagangan pun berkembang. Berbagai komoditi peralatan militer, gula, tekstil, dan kertas diekspor dari Khilafah.  Industri tekstil utama terdiri dari wol, sutra, katun, dan linen. Industri tekstil saat itu laksana industri kendaraan bermotor dan handphone pada saat ini. Industri besi dan kaca juga berkembang.  Gordon (2005) menggambarkan hal ini: “…growth of regional and trans-regional trade, and of urban manufacturing, produced new level of prosperity across the city landscape.” (Gordon MS.  2005.  The Rise of Islam.  Greenwood Press.  London.   2005, hlm. 52)

Najeebabadi (2001) mengungkapkan bahwa pada masa Khilafah Harun al-Rasyid, surplus anggaran negara sebesar 900 juta dinar emas. (Najeebabadi AS.  2001.  The History of Islam. Darussalam Publications.  Riyadh. Vol-II, hlm.  375 (Diterjemahkan oleh Abdullah AR dan Salafi MT)

Kesejahteraan ini bukan hanya dinikmati oleh Muslim, melainkan juga oleh non-Muslim.  Bloom and Blair menggambarkan betapa tinggi standar hidup warga Khilafah dengan mengatakan: “In the Islamic lands, not only Muslims but also Christians and Jews enjoyed a good life. They dressed in fine clothing, had fine houses in splendid cities serviced by paved streets, running water and sewers, and dined on spiced delicacies served on Chinese porcelains.”

Kualitas kehidupan di kota Kairo digambarkan dengan narasi indah: “In the midst of the houses in New Cairo are gardens and orchards watered by wells. In the sultan’s harem are the most beautiful gardens imaginable. Waterwheels have been constructed to irrigate these gardens. There are trees planted and pleasure parks built even on roofs…These houses are so magnificent and fine that you would think that they were made of jewel…” (Bloom J dan Blair S.  2002.  Islam – A thousand years of faith and power.  Yale University Press.  London, hlm. 97-98.)


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here