Menanti Pembebasan Aktivis Korban Kriminalisasi UU ITE - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, February 22, 2021

Menanti Pembebasan Aktivis Korban Kriminalisasi UU ITE


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Inisiatif Presiden Jokowi mengajak Dewan Perwakilan Rakyat untuk merevisi UU ITE perlu dibuktikan. Jokowi mengatakan revisi tersebut terutama untuk menghapus pasal-pasal karet yang berpotensi multitafsir. "Kalau UU ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan, ya, saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi UU ini, karena di sinilah hulunya, hulunya ada di sini. Revisi," kata Jokowi dalam acara Pengarahan kepada Pimpinan TNI Polri, Senin, 15 Februari 2021.

Belakangan ini banyak warga masyarakat saling melaporkan dengan rujukan UU ITE. Namun, ada proses hukum yang dianggap kurang memenuhi rasa keadilan.

Perlindungan kebebasan berpendapat dan berekspresi tak cukup berhenti di revisi UU Nomor 19 Tahun 2016 itu saja. Terdapat pasal dalam undang-undang lain yang juga kerap digunakan untuk menjerat kemerdekaan mengkritik penguasa. Hak seluruh masyarakat atas kebebasan berekspresi dan berpendapat telah dijamin dalam Pasal 19 Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan Komentar Umum Nomor 34 atas Pasal 19 ICCPR.

Sedangkan dalam hukum nasional, hak ini dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F Undang-undang Dasar 1945 serta Pasal 23 ayat (2) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Belakangan ini sangat menonjol adanya kriminalisasi ulama dan aktivis muslim, bagaimana tidak karena menguatnya peran ulama di tengah masyarakat mengkritisi kebijakan penguasa menjadikan berbagai kalangan yang kepentingannya terganggu dan terancam. Maraknya saling melapor, akhirnya ulama juga dicari-cari kesalahannya lalu dilaporkan, ulama digambarkan sebagai penjahat, dituduh dan dikriminalkan. Ini insiden buruk dalam kehidupan bernegara hari ini. 

Dan langkah awal bagi pemerintah yang serius ingin merevisi UU ITE, maka bisa diwujudkan dengan membebaskan korban kriminalisasi yang telah dijerat dengan pidana ITE.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here