Perlindungan Khalifah al-Mu’tashim Kepada Rakyatnya - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, February 26, 2021

Perlindungan Khalifah al-Mu’tashim Kepada Rakyatnya


M. Arifin (Tabayyun Center)

Amuriyyah menjadi kota terpenting di Romawi selain Konstantinopel. Penaklukan kota ini pada Ramadhan 223 H sebenarnya sangat erat kaitannya dengan upaya pembelaan atas penindasan yang dialami salah seorang Muslimah di sana.

Dalam kitab Ma’atsir al-Inafah, Al-Qalqasyandi menceritakan, bahwa penguasa ‘Amuriyyah, salah seorang raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra. Wanita itu disiksa, lalu berteriak, ”Wahai Mu’tashim!”

Raja Romawi pun berkata kepada dia, ”Tidak akan ada yang membebaskan kamu, kecuali menaiki beberapa Balaq (kuda yang mempunyai warna hitam-putih).”

Jeritan itu pun sampai kepada Khalifah al-Mu’tashim, lalu dia memberikan komando kepada pasukannya untuk mengendarai kuda Balaq. Dia pun keluar, memimpin di depan pasukannya, dengan 4.000 Balaq, tiba di ‘Amuriyah dan menaklukkannya. Dia membebaskan wanita mulia tersebut, dan berkata, ”Jadilah saksi untukku di depan kakekmu (Nabi Muhammad saw.), bahwa aku telah datang untuk membebaskan kamu. Dengan memimpin pasukanku, yang terdiri dari 4.000 Balaq.”  

Ibn Khalikan juga menuturkan dalam Wafyah al-A’yan wa Anbâ’ Abnâ’ az-Zaman, dan Ibn al-Atsir dalam Al-Kâmil fi at-Tarikh. Dinyatakan di dalamnya, ”Ketika berita tersebut sampai ke telinga dia, saat itu dia berada di atas tempat tidurnya. Lalu dia menyambut jeritan itu seraya berkata, “Aku memenuhi panggilanmu. Aku memenuhi panggilanmu.” Kemudian dia berteriak di dalam istananya, “Berangkatkan pasukan! Berangkatkan pasukan!”

Dalam riwayat lain dinyatakan, bahwa ketika itu ada seorang wanita Muslimah di pasar, kemudian ada orang Romawi yang berjalan di pasar tersebut melihat wanita tadi, dan berusaha untuk menggodanya dan menarik jilbab atau jubahnya. Wanita Muslimah itu pun teriak, “Wahai Mu’tashim, di manakah Anda!” Jeritan itu pun terdengar oleh aparat Khalifah al-Mu’tashim, dan mereka menyampaikan hrl itu kepada sang Khalifah. Al-Mu’tashim pun menyiapkan tentara dalam jumlah besar untuk melakukan serangan.

Semua riwayat itu menunjukkan bahwa sejumlah besar pasukan yang dikerahkan untuk menaklukkan Amuriyah karena di sana ada seorang Muslimah teraniaya meminta tolong kepada Khalifah.  Demikianlah bentuk perhatian Khalifah al-Mu’tashim kepada rakyatnya. Jeritan seorang Muslimah saja telah mengusik hatinya.  Kehormatan perempuan wajib dilindungi meski harus dengan mengerahkan ribuan pasukan.

Sikap tegas Rasulullah saw. dan pengiriman pasukan oleh Khalifah al-Mu’tashim menunjukkan beberapa hal.  Pertama: Penjagaan kehormatan perempuan adalah perkara yang sangat penting mMeski hal itu menimpa pada satu orang, apalagi jika menimpa ratusan bahkan ribuan perempuan seperti saat ini.  Khalifah (kepala negara) berkewajiban membebaskan mereka dengan cara apapun hingga kehormatan mereka terlindungi kembali.

Kedua: Pasukan dibutuhkan untuk menghilangkan hambatan yang sifatnya fisik.  Sebagaimana diketahui, sering ancaman terhadap kehormatan perempuan datang dari pihak musuh yang memiliki kekuatan. Kerajaan Romawi dan Bani Qainuqa tentu bukan musuh yang bisa ditundukkan oleh segelintir orang.  Untuk menundukkan mereka dibutuhkan pasukan yang bisa menggentarkan musuh.  Benar saja, musuh  pun bertekuk lutut dengan kegigihan dan kesungguhan sejumlah pasukan Islam.  Demikian pula saat ini, kaum Muslim menghadapi kekuatan besar yang harus dihadapi dengan pasukan (tentara) pembebas.

Ketiga: Kehadiran pasukan Islam tidak saja berfungsi untuk membebaskan kehormatan perempuan yang tengah dilecehkan.  Namun, hal itu juga menjadi bukti kesungguhan penguasa Islam untuk membela rakyatnya.  Karena itu, hal ini akan menjadi cara cukup ampuh untuk mencegah pihak lain (musuh-musuh Islam lainnya) bersikap berani melanggar kehormatan kaum Muslim.

Pengerahan pasukan untuk melindungi kehormatan perempuan seharusnya bukanlah hal yang sulit.  Bahkan menjadi kewajiban Khilafah Islam dan kaum Muslim saat ini untuk melakukannya semampu mungkin.

Allah SWT telah memerintahkan adanya seorang khalifah yang berfungsi melindungi kaum Muslim. Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرِائِهِ وِ يُتَّقَى بِهِ

Imam/Khalifah itu laksana perisai tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here