Redenominasi Tidak Diperlukan Jika... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, February 13, 2021

Redenominasi Tidak Diperlukan Jika...




Yuli Sarwanto (Direktur FAKTA) 

Wacana redenominasi rupiah muncul ke permukaan pasca beredarnya uang kertas baru bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial (medsos). Namun, hal itu langsung dibantah oleh Bank Indonesia (BI) yang menyebut belum ada rupiah baru yang sudah diredenominasi.

Menurut hemat saya, wacana redenominasi yang digelindingkan pemerintah merupakan kebijakan moneter yang tidak memberikan pengaruh berarti bagi perekonomian terutama terkait dengan kestabilan nilai tukar rupiah. 

Yang justru mendesak dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan tinjauan ulang terhadap standar mata uang kertas yang diberlakukan saat ini yang telah terbukti secara faktual mudah digrogoti inflasi, menciptakan ketidakstabilan moneter yang berdampak pada kestabilan perekonomian secara umum.

Adapun solusinya adalah dengan mengganti dengan standar mata uang emas dan perak yang terbukti secara historis menciptakan kestabilan dan inflasi rendah yang terkendali.

Lebih dari itu, Islam telah  mewajibkan penggunaan mata uang emas dan perak sebagai jenis mata uang yang dijadikan sebagai mata uang resmi negara yang dijadikan sebagai alat transaksi dan tolak ukur barang dan jasa. Berbagai dalil syara secara tegas menunjukkan wajibnya penggunaan mata uang tersebut yaitu adanya larangan penimbunan (al-kanz) emas dan perak (QS: at-Taubah: 34) dan tidak pada harta lainnya; pengkaitan emas dan perak pada sejumlah hukum yang bersifat permanen seperti, pembayaran  diyat dengan emas dan perak, penetapan kadar objek pencurian dengan emas yakni ¼ dinar emas. 

Dalam proses pertukaran dan transaksi Rasulullah juga telah menetapkan (taqrir) emas dan perak sebagai mata uang ketika syara mewajibkan zakat uang maka ia dinisbahkan kepada emas dan perak dan kadarnya dengan ukuran emas dan perak serta hukum pertukaran mata uang selalu dikaitkan dengan emas dan perak. Dengan demikian, standar mata uang yang diperintahkan di dalam Islam adalah standar mata uang emas dan perak bukan mata uang kertas seperti saat ini.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here