Terjajah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, February 13, 2021

Terjajah


Hadi Sasongko (Direktur POROS) 

Penjajahan (imperialisme) adalah politik untuk menguasai wilayah lain demi kepentingan pihak yang menguasainya. Penjajahan gaya lama dilakukan dengan menggunakan kekuatan militer, mengambil-alih dan menduduki satu wilayah serta membentuk pemerintahan kolonial di negara/wilayah jajahan. 

Namun, cara ini secara umum sudah ditinggalkan karena membangkitkan perlawanan dari penduduk wilayah yang dijajah, yang merasakan langsung penjajahan secara nyata. Karena itu penjajahan kemudian berubah dengan gaya baru yang tak mudah dirasakan oleh pihak terjajah. Penjajahan dilakukan melalui kontrol dan menanamkan pengarauh atas ekonomi, politik, pemikiran, budaya, hukum dan hankam atas wilayah yang dijajah. Namun, tujuannya tetap sama, yaitu mengeksploitasi kekayaan wilayah itu dan mengalirkannya ke negara penjajah.

Penjajahan inilah yang disebut oleh Syaikh Taqiyyuddin al-Nabhani, dalam kitab Mafâhim Siyâsiyah, sebagai metode baku negara-negara pengemban utama ideologi kapitalisme untuk menyebarkan pahamnya dan mempertahankan pengaruhnya ke seluruh penjuru dunia.

Dengan menilik bentuk penjajahan gaya baru ini, dikaitkan dengan fakta yang terjadi di negeri ini, jelas sekali bahwa negeri ini belum bebas dari penjajahan. Jelas sekali, negeri ini masih dicengkeram oleh penjajahan gaya baru.

Kemerdekaan hakiki adalah saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia. Mewujudkan kemerdekaan hakiki itu merupakan misi dari Islam.

Islam diturunkan oleh Allah SWT untuk menghilangkan segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman dan penghambaan terhadap manusia oleh manusia lainnya secara umum.

Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, yang di antara isinya berbunyi:

«… أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ …»

…Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia) … (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here