Totalitas Pelayanan Kesehatan Gratis Dan Berkualitas Perlu Diwujudkan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, February 13, 2021

Totalitas Pelayanan Kesehatan Gratis Dan Berkualitas Perlu Diwujudkan


Muh. Amin (Direktur Poverty Care)

Sebagaimana dikutip dari sindonews.com (8/2/2021) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui, pemerintah terbebani dengan adanya pengadaan vaksin Covid-19 dari hasil kerja sama sejumlah produsen farmasi global. Secara agregat, Indonesia diperkirakan memperoleh 663 juta vaksin Covid-19 .

Beban anggaran negara itu ditopang oleh upaya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

"Pengadaan vaksin Covid-19 pemerintah sangat terbebani, walaupun saya tahu tidak hanya pembelian vaksin yang dibicarakan secara gratis, pemerintah juga melakukan hal-hal lain yang sudah dilakukan seperti bansos (bantuan sosial) dan lain-lain," ujar Erick Senin (8/2/2021).

Catatan :

Rasulullah saw telah menegaskan melalui lisannya yang mulia, "Penguasa adalah penggembala dan penanggung jawab urusan rakyatnya". (HR Bukhari). Hadist ini menjadi dasar pandangan bahwa negara adalah pihak yang bertanggung sepenuhnya terhadap pemenuhan hak-hak publik terhadap pelayanan kesehatan gratis berkualitas terbaik bagi setiap individu masyarakat.

Rasulullah saw dalam kapasitasnya sebagai kepala negara yang mengelola secara langsung pemenuhan berbagai kemashlahatan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Para Khalifah sesudah beliaupun mengikuti langkah ini. Masyarakat diberikan pelayanan kesehatan gratis denga biaya dari kas baitul maal.

Dalam konsep Islam, maka negara wajib menggunakan konsep yang sohih, mengembalikan keutuhan wewenang dan tanggungjawabnya dalam memenuhi hak-hak pelayanan kesehatan publik. Yaitu dengan cara mengelola secara langsung dan sepenuhnya pemenuhan pelayanan kesehatan publik. Pemerintah harus meninggalkan logika dan konsep neoliberal yang selama ini telah menjauhkannya dari tugas mulia dan tanggungjawabnya. Konsep-konsep batil negara hanya sebagai regulator dan pengelolaan pelayanan kesehatan harus diserahkan pada BPJS Kesehatan serta berbagai pandangan yang bersumber dari reinventing government (ReGom)/Good Governance (GG) lainnya sudah saatnya untuk dicampakan. Karena inilah satu-satunya jalan agar kesehatan terlepas dari cengkraman komersialisasi dan liberalisasi.

Seiring dengan itu, negara tetap wajib menggunakan konsep anggaran yang bersifat mutlak dalam pembiayaan pelayanan kesehatan, dan meninggalkan konsep anggaran berbasis kinerja. Dikatakan bersifat mutlak karena negara wajib mengadakan sejumlah biaya yang dibutuhkan baik ada maupun tidak ada kekayaan negara pada pos pembiayaan kesehatan. Negara wajib men-support berapapun biaya yang dibutuhkan kesehatan, dan rumah sakit untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis berkualitas terbaik bagi setiap individu masyarakat. Karena penundaannnya dapat berakibat dhoror (penderitaan) masyarakat meski hanya satu orang.

Hal ini mengharuskan negara mengelola kekayaan negara secara benar, termasuk harta milik umum, sehingga negara memiliki kemampuan finasial yang memadai untuk menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya. Negaralah pihak yang paling bertanggungjawab mendirikan rumah sakit-rumah sakit, berikut segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berjalannnya fungsi rumah sakit, termasuk dalam hal ini menyediakan para dokter dengan berbagai bidang keahlilannnya.

Adapun konsep otonomi daerah/ desentralisasi kekuasaan tidak saja terbukti menyulitkan terwujudnya hak-hak pelayanan kesehatan publik, namun lebih dari pada itu bertentangan dengan konsep yang sohih. Karena syari’ah Islam telah menetapkan kekuasaan bersifat sentralisasi dan tata pelaksanaan bersifat desentralisasi.

Demikianlah sejumlah konsep sohih yang harus diadopsi pemerintah agar mampu menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya. Disaat bersamaan, meniscayakan hak-hak pelayanan kesehatan yang selama ini terampas akan kembali pada pemiliknya. Yaitu pelayanan kesehatan gratis berkualitas terbaik, kapanpun dan dimanapun bagi siapapun. Penerapan konsep sohih inilah yang menjadi kunci bagi terwujudnya pelayanan kesehatan yang menyejahterakan dan memuliakan semua pihak, baik pemerintah, insan kesehatan maupun masyarakat secara keseluruhan.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here