3 Maret 1924 - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, March 3, 2021

3 Maret 1924


Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 

Tahun 1938 menjadi akhir petualangan Kemal Pasha Attaturk. Ia divonis menderita kanker hati akut. Padahal sejak 1936, kanker hati itu sudah menyerangnya. Anehnya baru diketahui 2 tahun berikutnya. 

Setelah itu hari-harinya penuh kengerian. Cairan terkumpul dalam perutnya. Tim dokter memutuskan untuk menusukkan jarum guna mengeluarkannya. Yang terjadi justru perutnya membusung. Otaknya melemah hingga wajahnya seperti tengkorak. Badannya kurus kering. Tiap saat Kemal Pasha merasa kepanasan. Bahkan seringkali ia menjerit memilukan terdengar di seluruh penjuru istana. Pernah dibawa ke tengah lautan untuk mendinginkan suhu badannya, akan tetapi yang ada hanya bertambah panas. 

Pada saat kematiannya, para ulama menolak untuk menyolatinya. Atas permintaan adiknya, para ulama Turki terpaksa menyolati jenazah busuk Kemal Pasha. 

Lebih tragis lagi, saat akan dikebumikan, bumi menolaknya. Akhirnya jenazah Kemal Pasha itu ditimbun dengan batu marmer seberat 44 ton di Museum Etnagrafi. Bagi yang berziarah tentunya akan disemprotkan parfum paling Wangi saat memasuki area makamnya. Timbul bau yang sangat busuk melebihi bangkai dari area makam Kemal Attaturk.

Demikianlah cara Allah SWT memberikan tanda agar kaum sepeninggal Kemal Attaturk bisa mengambil ibrah. Barangsiapa yang berusaha menjegal dan menghalangi upaya kaum muslimin dalam mengembalikan hukum Islam dengan tegaknya Khilafah, tentunya mereka akan berhadapan dengan kekuasaan Allah SWT.

Kematian Kemal Pasha yang mengerikan dan sedemikian hinanya, merupakan hasil dari perbuatannya sendiri. Kemal Pasha adalah biang kerok kekacauan Khilafah Utsmaniyah. Atas dukungan konspirasi Barat Kemal Pasha melakukan penghapusan institusi Khilafah pada 03 Maret 1924 M.

Kemal Pasha menobatkan dirinya sebagai presiden pertama Republik Turki Sekuler. Semua kebijakannya adalah menghilangkan jejak Islam dari kehidupan negara.

Mengubah Masjid Hagia Shopia menjadi museum. Adzan diubah ke dalam bahasa Turki. Hukum potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina dan qishash bagi pembunuh diubah menjadi hukuman penjara. Kemal Pasha telah menghilangkan hukum waris Islam. Kemal Pasha menyamakan hak waris antara laki-laki dan perempuan. Ia melegalkan miras, perzinaan dan kemaksiatan lainnya. Banyak para ulama kritis yang harus merasakan tangan besinya. Tangannya berlumuran darah. Ini sedikit potret dari sepak terjang Kemal Pasha saat memerintah.

Pada puncaknya, Kemal Pasha berperilaku layaknya Fir'aun. Fir'aun di Puncak kesombongannya telah mengaku menjadi Tuhan. Adapun Kemal Pasha pernah berkata di depan tentara eks Khilafah, "Sekarang yang berkuasa Tuhan ataukah saya?", para tentara menjawab bahwa saat ini Kemal Pasha yang mereka takuti.

Kemal Pasha menjadi diktator pertama dalam dunia Islam. Berbagai kebijakannya yang anti Islam tentunya hanya melahirkan berbagai penderitaan bagi kaum muslimin.

Dengan diruntuhkannya Khilafah, kaum muslimin terpecah belah. Kaum muslimin diatur dengan sistem sekuler. Hukum-hukum Islam dimusuhi bahkan dikriminalisasi. Kaum muslimin laksana anak ayam kehilangan induknya. Mereka dibantai. Hari ini kaum muslimin di Palestina, Rohingya, Uighur, Kaahmir, Suriah dan lainnya mengalami penderitaan, penganiayaan dan pembantaian. Kaum muslimah dipaksa untuk menanggalkan kerudung dan jilbabnya. Kerusakan moral merebak. Kehidupan kaum muslimin berada dalam ketakutan. Kekayaan alamnya dijarah. Kaum muslimin hidup dalam kemiskinan. Bahkan parahnya kaum muslimin dipaksa untuk membenci ajaran agamanya sendiri. Program moderasi Islam menjadi menu tambahan pendidikan bagi generasi Islam. Kaum muslimin menjadi berpecah belah. Paham-paham dan ideologi penjajah disuntikkan di alam pikiran kaum muslimin.

Maka tidak mengherankan bila runtuhnya Khilafah disebut sebagai ummul jaroim, induknya berbagai macam kejahatan. Adalah Abdullah ibnul Mubarak menyatakan:
لولا الخلافة لم تؤمن لنا سبل، وكان اضعفنا نهبا لاقوانا.. 
Sekiranya kalau bukan karena Khilafah, jalan-jalan tidak menjadi aman, orang-orang lemah berada dalam genggaman orang-orang yang kuat.

Hari ini 3 Maret 2021, sudah 97 tahun, kaum muslimin tidak berada dalam naungan Khilafah. Artinya sepanjang 97 tahun kaum muslimin berada dalam penderitaan dan kenestapaan. Sudah waktunya kaum muslimin sadar dan bangkit bersama. Bangkit dari keterpurukan sistem kehidupan jahiliyah menuju kemuliaan dalam sistem kehidupan Islam. Kaum muslimin harus tetap melangkah pantang mundur mengembalikan Syariat Islam dan Khilafah. Kaum muslimin tidak takut terhadap celaan kaum yang suka mencela. 

# 03 Maret 2021


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here