Bukan Saatnya Berdiam Diri - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, March 22, 2021

Bukan Saatnya Berdiam Diri



Anwar Rosadi

Tak bisa dipungkiri, sulitnya kehidupan ekonomi masyarakat saat ini tak bisa dilepaskan dari cengkeraman sistem kapitalisme. Ideologi inilah yang menyebabkan kemiskinan di satu sisi dan terakumulasinya modal pada sisi lain. Ideologi ini pula yang memberi ruang bagi munculnya beragam investasi termasuk investasi yang menipu.

Sulitnya hidup ditambah orientasi mengejar kesenangan duniawi membuat sebagian masyarakat tidak bisa berpikir jernih dalam menentukan cara mengembangkan hartanya.  Dalam benaknya yang terpikir hanyalah bagaimana mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Mereka tak lagi mempertimbangkan halal haram. Akibatnya banyak yang tertipu oleh iming-iming keuntungan besar padahal hal itu tidak mungkin diperoleh dalam sebuah bisnis normal.

Sebagaimana kapitalisme, sekulerisme pun turut memperkeruh kondisi. Tatkala kehidupan umat jauh dari Islam, mereka kehilangan spirit hidup sesuai tuntunan syariah. Pemahaman yang rendah terhadap hukum syariah, ditambah tergerusnya sifat-sifat khuluqiyah, seperti qonaah, sabar, wara’, tawakkal dan lain sebagainya menjadikan umat Islam mudah terseret arus liberalisasi ekonomi.  Inilah salah satu bentuk kesempitan yang dibuat oleh sekulerisme-kapitalisme.

Yang lebih menyedihkan, saat umat ini rapuh benteng penjaga umat ternyata tidak ada.  Khilafah Islam yang menerapkan hukum-hukum Islam dan menjaga pola pikir maupun sikap jiwa umat Islam saat ini tidak dirasakan keberadaannya.  Maka inilah harga yang harus dibayar umat.  Mereka harus tertatih-tatih melawan kencangnya arus kemaksiyatan (pembangkangan terhadap hukum Allah SWT).

Meski demikian, bukan berarti umat harus berdiam diri.  Setidaknya, jika umat ini mampu melaksanakan tuntunan syariah dalam bermuamalah, memelihara diri dengan akhlak Islam, mereka diharapkan akan mampu bertahan dan diselamatkan Allah SWT.  Oleh karena itu, penting untuk memahami pertahanan diri saat berbagai tawaran menggiurkan datang silih berganti.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here