Invasi Politik Barat Ke Dunia Islam (1) - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, March 22, 2021

Invasi Politik Barat Ke Dunia Islam (1)


Taufik S. Permana (Dir. Geopolitical Institute)

Barat membuat makar dengan melahirkan keadaan stagnan di seluruh Dunia Islam. Implikasinya, pengembangan dakwah Islam menjadi sepi. Gelora Islam menurun dan padam. Selanjutnya Barat menanamkan rasa takut dari jiwa kaum Muslim. Perang pemikiran dan serangan misionaris pun mulai dilancarkan. Perang itu disertai dengan berbagai serangan politik, yang tujuannya untuk memecah-belah Daulah Islam menjadi beberapa bagian.

Kerja keras mereka akhirnya berhasil dengan gemilang. Pada Perjanjian Caterina (1762-1796 M), Rusia memerangi Daulah Utsmaniyah dan berhasil mengalahkannya, lalu membagi-bagi sebagian wilayahnya. Rusia berhasil merampas kota Azov dan Semenanjung Crimea; menguasai seluruh Lembah Utara Laut Hitam, dan mendirikan kota Sevastopol sebagai pertahanan semenanjung Crimea; serta membangun pelabuhan dagang Odessa di Laut Hitam. Dengan demikian, Rusia menjadi pemain penting dalam percaturan politik luar negeri Daulah Utsmaniyah dan pemegang kendali Imperium Rumania. Rusia menyatakan bahwa dirinya penjaga ajaran Masihiah di Daulah Utsmaniyah. Pada tahun 1884 M, Turkestan memisahkan diri dari Turki, dan akhirnya Rusia sepenuhnya berhasil menguasai daerah itu. Agresi tidak hanya dilakukan Rusia saja, bahkan meluas hingga melibatkan hampir semua negara Barat.

Pada awal bulan Juli 1798 M, Napoleon menghantam Mesir dan berhasil menguasainya. Pada bulan Pebruari tahun 1799 M, Napoleon menyerang bagian selatan wilayah Syam, dan berhasil menguasai Jalur Gaza, Ramallah, Yafa, dan membangun benteng Uka. Namun, akhirnya ekspedisi militer ini gagal. Napoleon kembali ke Mesir, selanjutnya pulang ke Prancis. Pada tahun 1801 M, ekspedisi ini dinyatakan gagal. Meski tidak berhasil, tetap membawa pengaruh sangat kuat terhadap kondisi Daulah Utsmaniyah, meninggalkan guncangan yang sangat kuat, dan akhirnya seluruh negara berbondong-bondong turut menyerang Dunia Islam dan menguasai beberapa wilayahnya.

Pada 1830 M, Prancis berhasil menduduki Aljazair dan berusaha keras menguasai Tunisia hingga akhirnya berhasil pada tahun 1881 M, kemudian mencaplok Maroko tahun 1912 M. Italia juga berhasil menduduki Tripoli tahun 1911 M.

Dengan demikian, mereka sepenuhnya telah menguasai atau memisahkan Afrika Utara dan melepaskannya dari Pemerintahan Islam. Daerah-daerah tersebut tunduk pada pemerintahan kufur sebagai daerah jajahan. Serangan Barat tidak cukup sampai di sini. Penjajahan terus meluas dengan mencaplok wilayah-wilayah Daulah yang masih belum terjajah. Inggris menjajah Aden tahun 1839 dan melebarkan pengawasannya di lembah-lembah yang luas di perbatasan Yaman Selatan hingga Timur Jazirah Arab.

Sebelumnya, Inggris telah menguasai India dalam beberapa periode. Inggris berhasil mencabut kepemimpinan kaum Muslim dari India dan mendudukinya. Sebelum Inggris masuk, kaum Muslimlah yang memegang kekuasaan di India.Kemudian pada tahun 1882, Inggris mencaplok Mesir dan pada tahun 1898 menguasai Sudan.

Demikian juga Belanda, berhasil menjajah pulau-pulau India Timur. Afganistan dikepung di bawah tekanan Inggris dan Rusia. Hal yang sama dialami Iran. Gelombang serangan bangsa-bangsa Barat di seluruh wilayah Islam semakin meningkat sampai semuanya jatuh di bawah kendali Barat.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here