Khilafah Mewujudkan Masyarakat Berkelas - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, March 3, 2021

Khilafah Mewujudkan Masyarakat Berkelas


Oleh : Ainur M. Dzakiyah (pengamat sosial dan pegiat literasi)
 Minggu, 28 februari 2021 telah dilaksanakan Diskusi Rajab Jawa Timur secara virtual menggunakan webinarclass.id. Diskusi yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah mengangkat tema 100 tahun tanpa khilafah. 
Diskusi menghadirkan Ustadz Rahmat S. Labib, Ustadz Ismail  Yusanto, Ustsdz Azizi Fathoni dan Ustadz Fachrul Ulum. 
Acara dibuka dengan opening speech oleh penyelenggara yaitu Ustadz Fajar Kurniawan. Beliau menyampaiakan 100 tahun lalu di tanggal 28 rajab, khilafah telah dihapuskan dari sisi kaum muslimin. Sehingga dengan ketiadaan khilafah banyak penderitaan yang dialami oleh umat. Khilafah sebagai institusi pelindung umat islam telah lenyap. Maka di momen yang penting inI, kita perlu untuk menyadarkan kembali kaum muslimin tentang Khilafah. 

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh salah satu cendekiawan muslim yaitu ustadz Ismail Yusanto. Beliau menyampaikan bagaimana islam telah memberi contoh toleransi yang mengangumkan ketika tegak. Bahkan seorang Keil Amstrong pernah menyampaikan keterkagumannya dalam hal tersebut. Ketika Keil menceritakan sebuah toleransi yang indah antara orang yahudi dan islam di Andalusia. Bila kita melihat secara obyektif maka kita akan melihat rahmat dengan diterapkannya islam dalam bingkai khilafah. Sayangnya rahmat tersebut harus hilang dengan ketiadaannya khilafah.  Beliau menambahkan di sisi lain ukhuwah Islamiyah menjadi tidak efektif, karena kaum muslimin telah kehilanggan junnah (perisai). Lebih jauh lagi umat menjadi lemah harkat dan martabatnya. Mereka dituduh dengan tuduhan-tuduhan tak berdasar seperti radikalisme, rosullullah  dihinakan, alqur'an dilecehkan dan manusia hanya sebagai tumbal ekonomi sistem kapitalisme.

Andai dakwah dilakukan oleh negara, maka kaum muslimin akan merasakan kejayaan seperti masa lalu, ketika khilafah masih tegak. Khilafah adalah bagian dari ajaran islam . Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa khilafah adalah mahkota kewajiban. Dengan tegaknya khilfah maka kewajiban-kewajiban yang lain akan terlaksana. Bahkan terkait degan khilafah telah disampaikan pula dalam berbagai literasi yang ditulis oleh tokoh agama seperti Sulaiman Rosyid dan Munawar Kholil. 

Sesi berikutnya peserta disuguhkan dengan sebuah video menarik tentang gemilangnya peradaban islam yang telah memayungi sepertiga belahan dunia. Islam telah mengantarkan bangsa yang tertindas menjadi bangsa yang berkelas. Sayangnya ketiadaan khilafah telah mengakhiri itu semua. Sehingga menjadi sebuah mimpi buruk untuk kaum muslimin. 
Materi dilanjutkan dengan pemaparan ustadz Fackhrul Ulum,SE.I beliau menyampaikan tingginya hutang di negeri ini. Yang itu menjadi malapetaka bagi umat untuk menanggungnya. Bahkan bunganya telah menecekik perekonomian kdi negeri ini. Kerusakan telah dirasakan di laut dan di bumi sebagaimana difirmankan oleh Allah di dalam al qur'an. Hal itu karena tidak diterapkannya syariah islam. Syariah islam adalah solusi. Syariah dalam bentuk khilafah telah secara empiris terbukti mampu mengatasi problematika manusia. Sehingga ummat bisa keluar dari kubangan permasalahn dan penderitaan. Kemuian mengapai kemuliaan yang telah digariskan oleh Tuhan Semesta Alam. 

Pemaparan materi kemudian dari Ustadz Azizi Fathoni, beliau menyampaikan pandangan islam tentang Khilafah. Khilafah adalah ajaran islam. Hal tersebut dinyatakan di dalam berbagai kitab ulama. Salah satunya adalah Imam Suyuthi. Imam.  Imam Suyuthi menyampaikan bahwa khilafah adalah pokok ajaran islam. Khilafah hukumnya adalah wajib. Wajib secara syar'i, bukan akal. Tegaknya khilafah adalah fardhu kifayah. Khilafah harus ditegakkan tidak lebih dari tiga hari. Namun kini sudah 100 tahun tidak ada khilafah, antas bagaimana umat  mempertanggungjawabakannnya di akhirat kelak?

Acara semakin semarak ketika diputarkan video-video pendek seruan penegakan syariah dan khilafah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mulai dari Surabaya, Jombang, Probolinggo, dll. Mereka tampak semangat untuk menyambut sebuah seruan agung penegakan syariah dan khilafah.  Sambil memegang bendera kebanggan kaum muslimin al –liwa dan ar royah.

Diskusi Rajab ini semakin hangat  ketika host melemparkan pertanyaan kepada Pembicara tentang Mengapa umat islam sampai tidak menyadari sebuah kewajiban yang demikian penting ini? serta ketiadaan khilafah ternyata memiliki daya rusak yang demikian dahsyat. Seperti Aoa daya rusaknya? Pertanyaan dijawab oleh ustadz Azizi Fathoni dan ustadz Fachrul Ulum dengan lugas dan jelas. 

Acara ditutup dengan sebuah pidato Yang menggugah   dari Ustadz Rohmat S. Labib, Beliau menguraikan bahwa Khilafah adalah sesuatu yang pasti dan nyata. Jika khilafah bersifat khayali atau abstrak, mengapa para musuh islam menghalangi penegakannya. Serta melancarkan propaganda-propaganda menyesatkan untuk umat? Maka kita harus terus maju dan mengerahkan segenap kemampuan kita dalam memperjuangkannya. Kaum muslimin harus menguatkan tekad untuk menyambut janji Allah, yakni tegaknya khilafah. Dengan adanya khikafah maka islam akan terwujud menjadi rahmat bagi semesta alam.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here