Melalui Jalan Umat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, March 5, 2021

Melalui Jalan Umat



Hadi Sasongko (Direktur POROS) 

Indonesia secara ekonomi sangat potensial dengan kekayaan alam, jumlah tenaga kerja sekaligus pasar yang besar. Bagi Barat dengan ideologi Kapitalismenya, menjadi sangat penting untuk memperpanjang imperialismenya terhadap Indonesia. Imperialisme dan hegemoni Barat begitu kuat di negeri ini, terutama secara ideologi, namun tidak secara langsung disadari oleh bangsa ini. Di sini Barat, khususnya AS dan Eropa, sangat berkepentingan untuk memastikan Indonesia tetap mengadopsi Kapitalisme. Dengan begitu, Indonesia akan terus menjadi pengikut setia Barat dan akan dengan ringan mengikuti segala arahan Barat yang dianggap sebagai pemimpin dan contoh.

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Barat sangat mengerti bahwa Islam bukan seperti agama lainnya yang hanya bersifat spiritual; Islam sekaligus juga agama yang bersifat politik. Barat paham betul bahwa Islam merupakan ideologi. Karena itu, Barat paham betul bahwa Islam merupakan rival bagi Kapitalisme yang mereka usung. Bagi Barat, yang mengancam ideologi Kapitalisme sekaligus bakal menghentikan imperialisme dan segala kepentingan mereka adalah Islam sebagai sebuah ideologi. Selama Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar tetap jauh dari Islam sebagai sebuah ideologi, maka selama itu pula Indonesia tidak akan menjadi ancaman bagi Barat. Karena itulah Barat selalu berusaha memastikan agar kaum Muslim Indonesia tetap jauh dari ideologi Islam dan tetap mengadopsi sekularisme.

Seruan penerapan syariah dan Khilafah tidak lain merupakan cerminan dari bangkitnya kembali ideologi Islam itu. Setiap seruan penerapan syariah Islam akan dianggap sebagai ancaman bagi Barat.

Anggapan tentang ancaman syariah dan Khilafah itu diintrodusir ke Indonesia dan disuarakan melalui kaum Muslim Indonesia sendiri. Lalu muncullah anggapan bahwa syariah mengancam Indonesia. Anggapan semacam ini hakikatnya muncul dari Barat. Anggapan itu lebih sebagai isapan jempol belaka. Sebenarnya, syariah dan Khilafah bukan mengancam Indonesia, tetapi mengancam penjajahan, dominasi dan kepentingan Barat di Indonesia. Dari sisi ini, ungkapan tokoh Muslim di Indonesia bahwa syariah menjadi ancaman bisa dilihat lebih merupakan perpanjangan anggapan Barat. Kalaupun dianggap ancaman, maka mungkin saja merupakan ancaman bagi kepentingan pribadi mereka yang selama ini menangguk keuntungan dari situasi yang ada atau dari penerapan Kapitalisme di Indonesia, atau ancaman bagi ideologi Kapitalisme yang selama ini mereka usung hingga mereka pun merasa terancam.

Bagaimana bisa Islam, akidah dan syariahnya, yang dinyatakan oleh Allah sendiri akan memberikan kehidupan (QS al-Anfal [8]: 24) dan mendatangkan rahmat (QS al-Anbiya’ [21]: 107) dianggap sebagai ancaman? Bagaimana mungkin syariah Islam, risalah yang akan membebaskan manusia dari penghambaan dan perbudakan kepada manusia lain, justru dianggap ancaman? Karena itu, jelas anggapan itu akan muncul dari pihak penjajah karena syariah Islam akan memupus dan menghentikan penjajahannya.

Dengan demikian, dalam konteks Indonesia, syariah Islam tidak akan pernah menjadi ancaman. Sebaliknya, syariah Islam justru akan menyelamatkan dan membebaskan Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik.

Penerapan syariah hanya akan sempurna melalui jalan umat, yaitu ketika umat menghendaki penerapan syariah dan menyerahkan kekuasaan kepada seorang khalifah untuk menjalankan penerapan syariah. Itu hanya akan terjadi ketika umat telah memiliki kesadaran ideologi Islam sekaligus memahami kewajiban untuk menerapkannya.

Di samping itu, umat harus sadar politik. Umat harus menyadari bagaimana seharusnya urusan mereka diatur dan kemaslahatan mereka dipelihara. Umat harus paham bahwa selama ini kepentingan, kemaslahatan dan hak-hak mereka telah dirampas oleh sistem Kapitalisme dan para punggawanya. Di samping itu, umat, khususnya para aktivisnya, harus memiliki kepekaan akan segala strategi dan makar musuh-musuh Islam untuk membendung penerapan syariah.

Adanya kesadaran ideologi akan menuntun kepentingan mana yang harus diutamakan. Penerapan syariah Islam dengan sendirinya akan menjadi kepentingan bersama (common interest) di atas segala kepentingan lainnya, baik kelompok apalagi pribadi. Dengan tuntutan ideologi pula, umat ini akan memiliki kesatuan visi dan misi, yaitu visi dan misi penerapan ideologi atau penerapan syariah dalam sistem Islam (Khilafah). Kesadaran ideologi dan politik itu juga akan menjelaskan siapa sejatinya yang menjadi musuh, tidak lain adalah musuh-musuh ideologi Islam, yaitu kaum kafir dan ideologi kufur. Jadi, musuh sejati umat bukanlah syariah dan para aktivisnya, tetapi kaum kafir dan ideologi kufur (Kapitalisme dan Sosialisme).

Islam menegaskan bahwa sesama Mukmin adalah bersaudara. Ini artinya kaum Mukmin itu bukan musuh satu sama lain, meski berbeda pendapat. Muslim yang terlihat menentang syariah dan menganggap syariah sebagai ancaman pun tetap bukan musuh, melainkan saudara seiman. Namun, bisa jadi mereka tersilaukan oleh ideologi dan kemajuan Barat, kepentingan sendiri atau bisa jadi “salah memilih jalan”. Justru karena itu, mereka adalah saudara kita yang harus diingatkan, disadarkan dan diselamatkan dari semua itu. Karena itu, umat, khususnya para aktivis, tidak selayaknya terperangkap oleh politik pecah-belah dan adu-domba kaum kafir sehingga menganggap aktivis lain, apalagi pejuang syariah, sebagai rival atau musuh. Musuh bersama (common enemy) umat ini adalah kaum kafir dan ideologi kufur. Karena itu, ukhuwah di tengah-tengah umat harus dipererat. Komunikasi dan tafâhum (saling memahami) harus senantisa dijalin.

Penyadaran dan pemahaman umat akan ideologi harus terus dan semakin gencar dilakukan. Ini artinya, kampanye syariah Islam harus makin diperhebat. Dakwah, termasuk di dalamnya pencerdasan politik umat, harus berlangsung tiada henti. Dengan semua itu mudah-mudahan Allah segera memenuhi janji-Nya dengan menurunkan pertolongan kepada umat ini dengan diterapkannya syariah secara kaffah.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here