Menerapkan Aturan-Aturan Yang Baik Kepada Anak - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, March 5, 2021

Menerapkan Aturan-Aturan Yang Baik Kepada Anak


Ainun Dawaun Nufus (Muslimah Care )

Allah Swt. telah berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. (QS al-Baqarah [2]: 168).

Hembing mengatakan bahwa tidak ada makanan atau minuman yang dinyatakan haram oleh ajaran Islam, tiba-tiba dinyatakan sehat oleh dunia kedokteran. Survey membuktikan bahwa makanan merupakan faktor yang paling dominan; menduduki 90% dalam menimbulkan hampir semua penyakit yang diderita oleh seseorang, terutama terhadap penyakit jantung, stroke, kencing manis, kanker, asam urat dan jenis-jenis penyakit lainnya.

Kehalalan makanan akan berpengaruh, paling tidak, dalam: Pertama, menjaga keseimbangan jiwa manusia yang hakikatnya suci (fitrah) sebagaimana baru dilahirkan ke dunia. Kedua, menumbuhkan daya juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Islam di muka bumi. Ketiga, membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu. Keempat, menumbuhkan sikap percaya diri di hadapan Allah. Dengan demikian, kehalalan makanan dalam Islam dan pengharamannya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, baik jasmani ataupun ruhani.

Rasulullah saw. telah memberikan panduan dalam masalah makanan, yaitu menghindarkan makanan yang mengandung racun dan melarang berlebih-lebihan dalam makan dan minum sehingga melampaui kebutuhan. Rasulullah saw. bersabda:

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاََ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh Anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Namun, jika ia terpaksa melakukannya, hendaklah sepertiga (dari perutnya) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafas. (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).

Rasulullah saw. juga memberikan panduan dalam masalah minuman:

لاََ تَشْرَبُوا وَاحِدًا كَشُرْبِ الْبَعِيرِ وَلَكِنْ اشْرَبُوا مَثْنَى وَثُلاََثَ وَسَمُّوا إِذَا أَنْتُمْ شَرِبْتُمْ وَاحْمَدُوا إِذَا أَنْتُمْ رَفَعْتُمْ

Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah “Bismillah” jika kalian minum dan ucapkanlah “Alhamdulillah” jika kalian selesai minum. (HR at-Tirmidzi).

لاََ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ

Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Siapa saja yang lupa, hendaklah ia memuntahkannya. (HR Muslim).

Adapun terkait dengan pola tidur, Rasulullah saw. menganjurkan untuk tidur di atas sisi badan sebelah kanan. Sebab, tidur di atas badan sebelah kiri itu akan membahayakan hati dan mengganggu pernafasan. Rasulullah saw., bersabda (yang artinya): Jika kamu mendatangi tempat berbaringmu, berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat, kemudian, berbaringlah di atas sisi badan sebelah kanan dan berdoalah. (HR al-Bukhari dan Muslim).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here