Penyalahgunaan Narkoba adalah Akibat dari Gagalnya Sistem Demokrasi-Sekular - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, March 22, 2021

Penyalahgunaan Narkoba adalah Akibat dari Gagalnya Sistem Demokrasi-Sekular


Oleh: Ahmad Rizal - Dir. ELFIKRA (Elaborasi Fikiran Rakyat)

Dalam kurun 2 bulan, ada 41 orang yang diamankan di Kota Kediri dalam kasus narkoba. Sejumlah pelaku kerap menjual narkoba kepada pelajar.

Bahkan menurut Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, peredaran narkoba meningkat di masa pandemi COVID-19. Puluhan pelaku itu diamankan dari 31 kasus.

Alasan mereka menjadi pengedar dan kurir narkoba yakni karena impitan kebutuhan ekonomi. Sebab selama pandemi COVID-19, mereka tidak memiliki pekerjaan dan uang untuk makan. Lalu mereka terjun ke lingkaran narkoba.

"Sebenarnya pelaku peredaran narkoba di Kota Kediri sudah mengalami peningkatan dan marak sebelum pandemi COVID-19. Mereka mengaku karena alasan ekonomi dan tidak ada pekerjaan. Sehingga menjadi pengedar narkoba," ucap AKBP Eko, Selasa (16/3/2021). (detik.com) 

HIMPITAN EKONOMI

Ekonom senior Indef Didik J Rachbini memperkirakan angka pengangguran di tahun 2021 ini akan bertambah sebanyak 3,6 juta orang.

Tak hanya akibat pandemi, tapi juga banyak angkatan kerja baru yang tidak terserap.

"Pada tahun 2021, terdapat pengangguran tambahan sebesar 1,1 juta orang sebagai akibat Covid-19 dan sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja baru yang tidak terserap sehingga tambahan pengangguran totalnya tahun 2021 sebesar 3,6 juta orang," kata Didik melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (8/1/2021).

Dengan bertambahnya angka pengangguran, maka dipastikan akan berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat hampir dua kali lipat sebesar 7,8 persen atau 10,4 juta jiwa.

Tingginya angka pengangguran ini membuat banyak orang tak berpenghasilan. Demi mendapatkan penghasilan besar dan cepat terjerumuslah mereka dalam bisnis haram itu. 

Profesi yang paling cepat menghasilkan uang namun resikonya sangat berat memang menjadi pengedar narkoba. Putaran uangnya sangat luar biasa. Bayangkan, benda bentuk pil diare yang jumlahnya ratusan tapi nilainya sudah puluhan juta. Harga sebutir ektasi memang lumayan tinggi, apalagi ekstasi impor dari Belanda sebagai pusat ekstasi dunia.  Kenikmatan mengkonsumsi diiringi dengan besarnya putaran uang tadi membuat seseorang yang ekonominya “kalut” terkadang rela menjadi pengedar narkoba demi mendapatkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang singkat. Tetapi resikonya jelas sudah terbayangkan oleh mereka.

STRESS

Pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati mengatakan narkoba sebagai obat-obatan yang dalam konteks terlarang memiliki dua efek. Dua efek itu yakni efek sebagai stimulan atau meningkatkan energi dan depresan alias menurunkan energi.

"Orang-orang modern yang hidup dengan tingkat kompetisi yang tinggi ini mendorong semua orang untuk bisa selalu terjaga, untuk bisa selalu tampil prima," kata Devie.

Fakta yang diungkapkan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut pengguna utama dari narkoba justru orang-orang dalam usia produktif dan pekerja. Alasannya karena mereka punya uang dan untuk mengonsumsi barang haram tersebut membutuhkan biaya.

Alasan berikutnya karena kebutuhan. Bukan hanya kalangan artis yang menjadi sasaran, melainkan siapa pun berpeluang terpapar narkoba.

Kehidupan di kota besar membutuhkan ekonomi tertentu dan standar hidup yang tinggi. Kondisi ini tidak bisa diselesaikan dengan satu pekerjaan sehingga di kota besar setiap orang memiliki pekerjaan sampingan (side job).

Untuk memenuhi kebutuhan itulah, orang membutuhkan energi lebih. Sebagian di antara mereka menggunakan narkoba sebagai salah satu cara meningkatkan performanya.

"Sayangnya narkoba itu adalah stamina yang semu, sifatnya sementara. Karena pada masa tertentu biologis kita tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan dari obat-obatan tersebut," kata Devie.

Pada era sekarang alasan seseorang terdorong menggunakan narkoba yakni karena ingin memenangkan kompetisi sehingga harus kuat dan segar. Kehidupan modern yang membuat manusia itu merasa kesepian.

Devie mengatakan kesepian dialami manusia modern karena mereka hidup di ruang digital yang sebenarnya membuat mereka memiliki teman yang tidak betul-betul teman. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa manusia sekarang adalah manusia-manusia stres.

GAYA HIDUP HEDONIS DAN SERBA BEBAS

Alasan ini identik dengan perilaku manusia-manusia yang bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup (Hedonis). Para selebritis dan pejabat yang hartanya berlimpah seringkali menghamburkan hartanya dengan bernarkoba ria karena kesenangan dan kebahagiaan hidup didapat saat otak mereka sudah dibuai dengan imajinasi-imajinasi liar mereka. 

Pengaruh komunitas juga berpengaruh besar mengapa narkoba masih beredar luas. Kecenderungan ini terjadi ketika seseorang ingin diterima dengan komunitas tertentu yang identik dengan penggunaan narkoba. Mau tidak mau agar eksistensinya terwakili, ikut menggunakan narkoba adalah jalan paling ideal agar kehadirannya menyatu dengan komunitas tersebut. Namun tak sedikit juga seseorang yang hidup di suatu komunitas tertentu menjadi pengguna narkoba bukan karena ingin  eksistensinya diakui tapi karena ia tak mampu untuk menolak godaan tersebut

SEKULERISME

Sekulerisme adalah suatu asas yang memisahkan agama dari kehidupan. Inilah yang menjadi faktor utama berbagai persoalan mendera negeri ini. Selama agama (baca: islam) tidak dijadikan pijakan dalam menjalani hidup, maka roda kehidupan akan berjalan tidak teratur. Kerusakan demi kerusakan akan terus bermunculan di setiap ruang kehidupan. 

Hal yang paling nyata ialah bahwa masih ada dari umat islam yang justru ikut-ikutan semboyan menyesatkan seperti "Jangan campur adukkan agama dengan politik" atau "Jangan campurkan urusan agama dengan urusan pemerintahan/negara". Pernyataan-pernyataan semacam itu menyesatkan dan sangat berbahaya. Buktinya, selama negeri ini diatur dengan aturan dan UU yang bersumber dari akal manusia tak pernah beres menyelesaikan berbagai problematika rakyat. Alih-alih membereskan, justru menambah masalah-masalah baru. 

ISLAM SEBAGAI SOLUSI

Islam bukanlah agama yang mengatur sebatas ibadah ritual belaka. Di dalam syariah islam banyak sekali aturan yang harus dijalankan untuk mendapatkan kemaslahatan umat manusia. 

Selain ibadah mahdhoh, islam juga punya aturan dan konsep tentang ekonomi, sosial, pendidikan, politik, pemerintahan, dll. Seluruh aturan ini harus diimplementasikan dalam kehidupan secara kaaffah (totalitas) tanpa tebang pilih. 

Penyalahgunaan narkoba hanyalah akibat dari kegagalan sistem demokrasi-sekular yang tak mampu memberikan aturan yang manjur untuk mewujudkan kemaslahatan umat manusia. Demokrasi-sekular adalah sistem yang jauh dari nilai-nilai islam bahkan justru membangga-banggakan hukum buatan akal manusia yang lemah dan terbukti gagal. Maka, solusi tuntas ialah kembali kepada sistem/aturan islam.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here