Perempuan Di Bawah Kuasa Tirani - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, March 22, 2021

Perempuan Di Bawah Kuasa Tirani

Ainun D. N. (Dir. Muslimah Care)


Sungguh kaum perempuan di dunia muslim selama beberapa dekade menghadapi penindasan, kemiskinan dan penghinaan di bawah rezim represif yang korup dan sistem ekonomi yang sudah usang. Berbagai pemerintahan di Timur dan Barat, Utara dan Selatan telah menutup mata dan membiarkan pelanggaran terhadap hak perempuan dan bahkan melucuti hak-hak dasar mereka.


Dari kawasan yang dianggap paling demokratis sekalipun seperti negeri-negeri Barat, sampai kawasan yang dianggap paling tidak demokratis seperti negeri-negeri Arab, sesungguhnya perempuan dalam keadaan hina, tertindas dan diliputi oleh kemiskinan. Semua sistem monarki dan republik, demokrasi dan kediktatoran, selama delapan dekade terakhir telah gagal menjamin kehidupan yang layak dan menghormati perempuan.


Sumber dari segala persoalan perempuan sesungguhnya bukanlah dari Islam! Biang keladinya justru berasal dari sistem-sistem politik usang yang dipaksakan Barat kepada umat Islam untuk diterapkan. Ideologi Kapitalismelah yang berada di balik semua ini dan menjadi akar penderitaan kaum perempuan.


Sayang, upaya perbaikan kondisi perempuan saat ini selalu menemui jalan buntu, karena perjuangan mereka terbatas hanya untuk meraih kuota parlemen atau sejumlah kecil posisi di pemerintahan. Pegiat jender melalui lembaga-lembaga dunianya berupaya terus menekan negeri-negeri Islam agar terus meningkatkan angka partisipasi perempuan di parlemen. Mereka seolah menutup mata bahwa semua upaya itu sejatinya tidak akan menyelesaikan akar persoalan.


Afganistan, Irak, Pakistan dan Sudan semuanya sudah memberikan kuota yang besar di parlemen bagi perempuan, lebih besar daripada sejumlah negara-negara di Barat. Bangladesh, Pakistan, Indonesia dan Turki pernah memiliki presiden atau perdana menteri perempuan. Banyak pula negeri Islam yang sudah melegalisasi hukum dan hak-hak politik, ekonomi dan pendidikan perempuan. Namun semua itu telah gagal dalam memperbaiki kualitas hidup perempuan di negeri-negeri mereka. Apa yang telah dilegislasi ternyata tidak banyak berarti di bawah sistem politik yang korup dan sistem ekonomi yang tidak berfungsi.


Begitu juga perubahan hakiki tidak akan pernah terjadi jika kita hanya mengadopsi sistem coba-coba yang telah sering terbukti gagal, yaitu sistem Demokrasi Sekular Liberal, dengan manusia sebagai pembuat hukumnya. Alih-alih perubahan, yang terjadi justru status quo Kapitalisme kian menjadi hegemoni bagi dunia, dan itu artinya semakin banyak problem yang akan membelit perempuan.

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here