Saat Dunia Muslim Masih Memprihatinkan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, March 3, 2021

Saat Dunia Muslim Masih Memprihatinkan


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Hari ini, pandemi global masih menghebat dan krisis kesehatan masih tak berujung. Khususnya setelah penerapan agenda new normal yang abai terhadap intervensi lockdown, isolasi, social distancing, peningkatan imunitas berbasis pola hidup sehat dan kedisplinan pada protokol kesehatan, serta pengobatan setiap orang yang terinfeksi hingga benar-benar sembuh. Padahal, ini adalah intervensi pertama dan utama yang efektif bagi pemutusan rantai penularan.

Di saat yang sama, kondisi umat Islam di dalam dan di luar negeri masih sangat memprihatinkan. Kita tidak lupa saudara-saudara kita para pejuang syariah yang ditindas diktator brutal Uzbekistan. Jangan lupakan saudara-saudara kita Muslim Rohingnya yang sengsara dan pernah terombang-ambing di tengah lautan. Jangan lupakan saudara-saudara kita di Mesir yang ditindas oleh Presiden Jenderal al-Sisi yang telah menjadi tiran! Jangan lupakan saudara-saudara kita di Suriah yang dibunuh dan diperangi oleh pemimpinnya sendiri, Basyar Assad, yang menjadi setan! Semuanya mendapat dukungan penuh dari gembong kekufuran, yakni AS dan komplotannya.

Sungguh, kita tidak boleh mengabaikan kondisi umat yang demikian. Kita adalah umat yang satu. Penderitaan umat Islam di mana pun di muka bumi ini hakikatnya adalah penderitaan kita bersama sebagai satu umat. Rasulullah saw. pernah bersabda:

«اَلْمُسْلِمُوْنَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنْ اِشْتَكَى عَيْنُهُ اِشْتَكَى كُلُّهُ وَإِنْ اِشْتَكَى رَأْسُهُ اِشْتَكَى كُلُّهُ»

Kaum Muslim itu laksana seorang laki-laki. Jika sakit matanya maka seluruh tubuhnya akan merasa sakit. Jika sakit kepalanya maka seluruh tubuhnya akan merasa sakit pula (HR Muslim).

Sesungguhnya Islam memiliki solusi tuntas untuk mengatasi kondisi umat yang masih memperihatinkan di atas. Kondisi umat itu dapat diumpamakan seperti orang yang sakit. Obatnya yang pas dan mujarab hanyalah syariah Islam saja.

Syariah Islam telah mengharamkan kebijakan-kebijakan neoliberalisme yang menimbulkan derita. Kebijakan neoliberalisme itu lahir dari neoimperialisme (penjajahan gaya baru) dari negara-negara kafir penjajah, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga mereka seperti IMF, WTO, ADB, dan Bank Dunia. Adanya dominasi dan penguasaan pihak asing atas kita ini sebenarnya telah diharamkan oleh Allah SWT, sesuai firman-Nya:

]وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً [

Allah sekali-kali tidak akan pernah memberikan jalan bagi kaum kafir untuk menguasai kaum Mukmin (TQS an-Nisa` [4]: 141).

Syariah Islam juga telah mewajibkan kita mengelola tambang-tambang besar, seperti di Papua, sebagai milik kita bersama (milkiyyah ‘âmmah), bukan sebagai milik pribadi yang dapat dieksploitasi oleh korporasi (perusahaan) swasta. Nabi saw. terbukti pernah membatalkan pemberian tambang kepada pribadi yang depositnya sangat besar. Ibn al-Mutawakkil menuturkan riwayat dari Abyadh bin Hamal yang bertutur bahwa:

أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَاسْتَقْطَعَهُ الْمِلْحَ – قَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ الَّذِى بِمَأْرِبَ – فَقَطَعَهُ لَهُ فَلَمَّا أَنْ وَلَّى قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمَجْلِسِ أَتَدْرِى مَا قَطَعْتَ لَهُ إِنَّمَا قَطَعْتَ لَهُ الْمَاءَ الْعِدَّ. قَالَ فَانْتَزَعَ مِنْهُ

Ia pernah datang kepada Rasulullah saw. Lalu ia meminta (tambang) garam—Ibn al-Mutawakkil berkata, “Yang ada di Ma’rib.” Beliau lalu memberikan tambang itu kepada dia. Ketika dia (Abyadh bin Hamal) pergi, seseorang di majelis itu berkata, “Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan? Sungguh, Anda telah memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir.” Ibn al-Mutawakkil berkata, “Rasul lalu menarik kembali (tambang itu) dari dia (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi). 

Syariah Islam juga telah mewajibkan kita untuk memberikan pertolongan kepada saudara sesama Muslim yang menderita, seperti Muslim Rohingya, sesuai firman-Nya:

] وَإِنْ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمْ النَّصْرُ[

Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan (TQS al-Anfal [7]: 72).


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here